Chapnews – Ekonomi – Presiden Prabowo Subianto telah menunjuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, sebagai negosiator utama dalam perundingan tarif perdagangan dengan Amerika Serikat (AS). Langkah ini dinilai sebagai strategi diplomasi teknis yang cerdik di tengah potensi konflik perdagangan.
Ekonom Universitas Andalas, Syafruddin Karimi, menilai inisiatif pengiriman Airlangga sebagai bukti pemerintah tak hanya menunggu gempuran, melainkan proaktif menawarkan solusi yang menguntungkan kedua negara. "Proposal lima pilar yang diajukan Airlangga menunjukkan pemerintah berinisiatif mencari jalan keluar," ujar Syafruddin pada Senin (28/4/2025). Menurutnya, perundingan tarif perdagangan AS membutuhkan sosok berpengalaman di bidang ekonomi untuk melindungi kepentingan dalam negeri dan internasional. Surat Menko Airlangga kepada pemerintah AS dianggap sebagai langkah awal negosiasi yang kini tengah berlangsung di AS.

Meskipun strategi negosiasi dinilai cerdas, Syafruddin mengingatkan potensi bahaya konsesi berlebihan. Tim negosiator, menurutnya, harus menghindari pengorbanan kemandirian industri strategis nasional. Ia menyarankan Airlangga untuk tidak menjadikan deregulasi sebagai komoditas tawar-menawar. Lebih jauh, Syafruddin menekankan pentingnya menjaga ruang kebijakan nasional agar negosiasi tidak mengorbankan kedaulatan dan keadilan sosial dalam pembangunan. "Indonesia bukan objek reformasi global, tetapi subjek yang menentukan arah kepentingannya sendiri," tegasnya, seperti dikutip dari Antara. Perundingan ini menjadi sorotan mengingat sensitivitas sektor ekonomi dan potensi dampaknya terhadap perekonomian Indonesia.



