Chapnews – Ekonomi – JAKARTA – Era digital terus menghadirkan inovasi yang mengubah lanskap bisnis. Terkini, Kecerdasan Buatan (AI) tidak lagi hanya menjadi pelengkap, melainkan motor utama yang mentransformasi fungsi WhatsApp dari sekadar kanal komunikasi pelanggan menjadi inti dari proses transaksi dan operasional bisnis.
Pergeseran paradigma ini diwujudkan melalui kehadiran agen AI yang canggih. Agen-agen ini tidak hanya mampu memproses percakapan pelanggan dengan cerdas, tetapi juga secara proaktif menjalankan serangkaian aktivitas bisnis esensial. Mulai dari menerima pesanan, mengelola reservasi, mengatur jadwal pertemuan, hingga memproses pembayaran, semua dapat dilakukan secara mulus di dalam ekosistem WhatsApp.

Di Indonesia, inovasi ini dibawa oleh Neobiz yang baru saja meluncurkan platform AI-Native Business OS. Platform revolusioner ini memperkenalkan ‘Neo’, sebuah agen AI yang dirancang khusus untuk bekerja secara efektif melalui WhatsApp Business.
Kelebihan utama dari platform Neobiz adalah kemampuannya untuk menjembatani kesenjangan antara interaksi pelanggan dan sistem operasional internal bisnis. Dengan demikian, seluruh proses tidak lagi mengharuskan perpindahan antar berbagai aplikasi, menciptakan alur kerja yang jauh lebih efisien dan terintegrasi.
Jimmy Petrus, Founder dan CEO Neobiz, menegaskan bahwa kebutuhan bisnis modern telah berevolusi. "Saat ini, bisnis tidak hanya memerlukan kemampuan AI untuk menjawab pertanyaan pelanggan, tetapi yang lebih krusial adalah bagaimana AI tersebut dapat menyelesaikan proses yang muncul dari percakapan itu sendiri," ujar Jimmy dalam keterangan resminya yang diterima chapnews.id pada Sabtu (12/9/2026).
Ia menambahkan, tantangan sesungguhnya bukanlah sekadar menciptakan chatbot lain. Melainkan bagaimana AI dapat menjadi solusi komprehensif yang mampu menuntaskan pekerjaan di balik setiap interaksi pelanggan, menjadikan operasional bisnis lebih cerdas dan otomatis.


