Chapnews – Ekonomi – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah progresif dengan meluncurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara bertahap di berbagai wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di seluruh Indonesia. Inisiatif ini merupakan bagian integral dari upaya masif perluasan cakupan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah.
Kepala BGN, Sudaryono, menegaskan komitmen ini, menjelaskan bahwa wilayah 3T menjadi fokus utama dalam perluasan layanan MBG. Prioritas juga diberikan kepada daerah-daerah yang mencatat angka stunting tinggi, bahkan sangat tinggi. Pembukaan SPPG tidak akan dilakukan secara serampangan, melainkan berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan spesifik dan tingkat kesiapan masing-masing daerah.

"Prioritas kami tentu saja adalah menjangkau sekolah-sekolah dan satuan pendidikan yang berlokasi di wilayah 3T, serta daerah-daerah lain dengan prevalensi stunting yang mengkhawatirkan," ujar Sudaryono, seperti dikutip dari laporan chapnews.id pada Sabtu (12/9/2026).
Sebagai gambaran nyata tantangan yang dihadapi, Sudaryono menyoroti kondisi di Maluku dan Papua. Di kedua wilayah tersebut, masih terdapat sekitar 15.000 satuan pendidikan yang belum tersentuh layanan MBG.
"Ada sekitar 15.000 satuan pendidikan di Maluku dan Papua yang belum terlayani. Wilayah-wilayah ini, ditambah dengan daerah stunting tinggi dan 3T lainnya di seluruh Indonesia, tentu menjadi prioritas kami untuk segera mendapatkan intervensi gizi," jelasnya.
Langkah strategis BGN ini diharapkan dapat mempercepat pemerataan akses gizi berkualitas bagi anak-anak di seluruh pelosok negeri, sekaligus menjadi pilar penting dalam upaya penuntasan masalah stunting di Indonesia. Berita ini pertama kali dilaporkan oleh Tangguh Yudha pada Sabtu, 12 September 2026, pukul 19:02 WIB, melalui chapnews.id.


