Chapnews – Nasional – Kabar mengejutkan datang dari Ambon terkait pantauan hilal 1 Ramadan 1447 Hijriah. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ambon secara resmi mengumumkan bahwa bulan sabit muda yang menandai awal bulan puasa tersebut belum berhasil terlihat di langit kota. Fenomena ini memicu pertanyaan tentang penetapan awal Ramadan, mengingat posisi bulan yang masih berada di bawah ufuk.
Koordinator Tim Data dan Informasi BMKG Ambon, Sukartoyo, menjelaskan bahwa mustahil hilal dapat terlihat. Menurutnya, penyebab utamanya adalah posisi bulan dan matahari yang belum berada pada garis sejajar. "Hilal di langit Ambon mustahil terlihat. Pemicunya adalah posisi bulan dan matahari belum berada di posisi garis yang sama," terang Sukartoyo saat memimpin tim pantauan hilal di Pantai Tirta, Amahusu.

Meski kondisi langit Ambon terpantau cukup cerah, tim petugas di lokasi belum menemukan tanda-tanda kemunculan hilal. Sukartoyo menegaskan bahwa berdasarkan perhitungan, posisi bulan saat ini masih berada di bawah matahari, alias di bawah garis horizon.
Dengan hasil pantauan yang menunjukkan hilal tidak terlihat di Ambon, BMKG akan mengikuti prosedur standar yang berlaku. Data ini akan diserahkan kepada pemerintah pusat untuk menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah melalui sidang isbat. "Kami belum bisa memastikan hilal muncul atau tidak. Namun, dari pantauan petugas, hilal belum jelas terlihat," imbuhnya.
BMKG Ambon sendiri masih akan melanjutkan pemantauan hingga langit benar-benar gelap. Sukartoyo kembali mempertegas hasil perhitungan ilmiah yang telah dilakukan. "Jadi sekali lagi, berdasarkan perhitungan yang dilakukan petugas, ketinggian hilal di Ambon menunjukkan angka minus (negatif). Ini berarti posisi bulan berada di bawah matahari saat matahari terbenam. Dengan demikian, secara gambaran memang mustahil hilal terlihat," pungkasnya. Hasil pantauan ini akan menjadi salah satu data krusial dalam penetapan awal Ramadan secara nasional.



