Ads - After Header

Ancaman Tersembunyi Migas RI: Proyek Molor, Target Ambyar!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Ekonomi – Praktisi migas terkemuka, Benny Lubiantara, melontarkan peringatan keras mengenai ancaman terbesar yang kini membayangi industri hulu minyak dan gas bumi (migas) Indonesia. Menurutnya, bukan lagi semata-mata persoalan teknis di lapangan yang menjadi ganjalan utama, melainkan hantu penundaan proyek (project delay) yang justru menjadi faktor paling krusial. Kondisi ini berpotensi menggerus nilai investasi secara signifikan sekaligus menghambat pencapaian target produksi migas nasional yang telah dicanangkan.

Benny menjelaskan bahwa industri hulu migas merupakan sektor bisnis yang sarat risiko, membutuhkan gelontoran investasi yang sangat besar, dan memiliki masa pengembalian modal yang tak singkat. Selain harus menghadapi risiko geologi seperti kemungkinan sumur kering (dry hole) dan fluktuasi harga minyak maupun gas di pasar global, para pelaku usaha juga dihadapkan pada berbagai hambatan nonteknis atau yang dikenal sebagai above the ground risk. Risiko ini mencakup kompleksitas rantai birokrasi perizinan, lika-liku regulasi, hingga proses persetujuan dari berbagai pemangku kepentingan yang kerap memakan waktu.

Ancaman Tersembunyi Migas RI: Proyek Molor, Target Ambyar!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Setiap detik keterlambatan proyek, semakin besar pula nilai investasi yang tergerus," tegas Benny di Jakarta, belum lama ini. Ia memaparkan, proyek yang gagal beroperasi (onstream) sesuai jadwal akan langsung memengaruhi tingkat keekonomian investasi. Berdasarkan simulasi ekonomi yang disampaikannya, penundaan selama satu tahun saja dapat memangkas Internal Rate of Return (IRR) secara drastis. Akibatnya, berbagai insentif fiskal yang telah dirancang pemerintah pun menjadi tumpul dan kurang efektif apabila proyek terus mengalami kemunduran.

Lebih lanjut, Benny juga menyoroti karakteristik lapangan migas Indonesia yang sebagian besar telah memasuki fase mature fields atau lapangan tua. Pada fase ini, tantangan utama bukan lagi berfokus pada eksplorasi penemuan cadangan baru, melainkan bagaimana menjaga denyut produksi secara ekonomis di tengah lonjakan biaya operasional dan perawatan fasilitas yang semakin menua. Oleh karena itu, menurut Benny, industri tidak hanya menuntut adopsi teknologi yang lebih efisien, tetapi juga dukungan kebijakan fiskal yang semakin kompetitif agar iklim investasi di sektor hulu migas tetap menarik di mata para investor global, demikian laporan dari chapnews.id.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer