Chapnews – Ekonomi – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, baru-baru ini mengungkapkan sebuah realita yang kerap ia hadapi: cepatnya penyerapan anggaran di kementeriannya. Dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Kantor Kementerian PU, Jakarta, pada Jumat (19/6/2026), Dody menjelaskan bahwa tingginya kebutuhan akan pembangunan infrastruktur yang bersifat permanen menjadi faktor utama di balik laju penyerapan anggaran yang begitu pesat.
"Menurutnya, sifat pekerjaan di Kementerian PU yang banyak berorientasi pada pembangunan permanen menjadi alasan utama di balik laju penyerapan anggaran yang begitu pesat," terang Dody. Ia menambahkan bahwa proyek-proyek infrastruktur esensial menuntut alokasi dana yang signifikan dan responsif, sehingga anggaran yang tersedia cenderung cepat habis.

Dody juga menyoroti pendekatan strategis yang diambil kementeriannya dalam menangani kerusakan infrastruktur. Berbeda dengan persepsi umum yang mungkin hanya melihat penanganan darurat, Kementerian PU justru kerap memilih membangun infrastruktur dengan konstruksi permanen. Dody bahkan secara humoris menyebut dirinya dan kementeriannya sebagai "makhluk aneh" karena pendekatan ini. Menurutnya, infrastruktur darurat, seperti jembatan sementara, tidak akan mampu bertahan dalam jangka panjang dan berisiko menimbulkan kerusakan berulang di kemudian hari.
Ia mencontohkan kasus pembangunan jembatan darurat di Aceh pascabencana banjir, yang dirancang hanya untuk menopang beban maksimal 20 ton. Namun, pembatasan tersebut terbukti sulit diterapkan secara efektif di jalur-jalur strategis. "Ini masih negara Indonesia, kita kan sudah lama jadi orang Indonesia. Jadi enggak mungkin itu (dibatasi)," ujarnya. Menteri Dody menegaskan bahwa realitas lapangan di Indonesia, terutama pada jalur lintas strategis seperti Medan-Banda Aceh yang merupakan jalur vital distribusi logistik, termasuk bahan bakar minyak (BBM) dan semen, membuat pembatasan beban semacam itu hampir mustahil untuk dipatuhi. Hal ini mendorong Kementerian PU untuk selalu memprioritaskan solusi infrastruktur yang lebih kokoh dan berkelanjutan.

