Ads - After Header

Balas Dendam Tilang, Ojol Nekat Lempar Molotov ke Pos Polisi!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Misteri di balik aksi pelemparan bom molotov ke dua pos pelayanan lalu lintas di Surabaya akhirnya terkuak. Kepolisian berhasil meringkus seorang pengemudi ojek online (ojol) berinisial YGM yang diduga kuat sebagai dalang di balik insiden pada Sabtu (15/8) lalu. Motif di balik tindakan nekat ini disebut-sebut berakar dari rasa sakit hati YGM usai ditilang oleh petugas kepolisian.

YGM, yang kini telah diamankan, tak bisa mengelak. Dalam sebuah video interogasi yang diunggah melalui akun Instagram Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan, @luthfie.daily, YGM secara gamblang menjelaskan proses pembuatan dan pelemparan bom molotov ke Pos Lantas Margorejo dan Pos Lantas Bundaran Waru. Ia meracik bom sederhana itu dari botol kaca bekas minuman energi yang diisi bensin. "Yang satu enggak tembus, mlengse (meleset), kayak game PUBG itu loh," tuturnya, menggambarkan aksinya dengan perbandingan yang tak biasa.

Balas Dendam Tilang, Ojol Nekat Lempar Molotov ke Pos Polisi!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Di hadapan Kombes Luthfie, YGM kemudian mengungkapkan motif di balik tindakannya yang mengejutkan. Ia merasa tidak adil setelah ditilang, terutama saat mendengar adanya "orang gila" yang tidak ditilang. "Info katanya ada arek gendeng (orang gila), kata warga kok enggak ditilang, habis itu saya ditilang," ungkap YGM, menyiratkan kekecewaan mendalam yang mendorongnya melakukan aksi berbahaya tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur, Kombes Jules Abraham Abast, membenarkan penangkapan ini. Menurut Jules, keberhasilan penangkapan YGM merupakan hasil dari serangkaian penyelidikan intensif yang dilakukan penyidik, meliputi pemeriksaan saksi-saksi, analisis rekaman CCTV dari lokasi kejadian, serta pendalaman terhadap berbagai petunjuk dan barang bukti yang berhasil dikumpulkan.

Saat ini, YGM masih menjalani pemeriksaan secara maraton untuk mendalami motif sebenarnya, rangkaian peristiwa secara detail, serta kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam insiden tersebut. Jules juga mengonfirmasi adanya satu anggota kepolisian yang mengalami luka akibat kejadian tersebut dan kini telah mendapatkan penanganan medis.

Meski demikian, Kombes Jules menegaskan bahwa pihaknya belum dapat menyimpulkan motif pasti pelaku atau detail lain karena proses penyidikan masih berlangsung. "Kami belum dapat menyampaikan kesimpulan mengenai motif maupun hal-hal lain yang masih menjadi materi pemeriksaan karena proses penyidikan masih berlangsung," jelasnya.

Ia memastikan bahwa penanganan perkara ini akan dilakukan secara profesional, berlandaskan fakta dan alat bukti yang ada. Selain itu, Jules juga menjamin bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Surabaya tetap aman, kondusif, dan terkendali pasca-insiden. Pos pelayanan kepolisian yang menjadi sasaran tetap berfungsi normal, dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terpengaruh oleh spekulasi, atau narasi yang belum terverifikasi kebenarannya terkait kejadian ini.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer