Ads - After Header

Bandung Darurat Begal! Polisi Siaga Penuh, Ini Strateginya!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Gelombang aksi begal yang kian meresahkan di Kota Bandung kini menjadi sorotan utama publik. Fenomena ini bahkan terjadi hampir setiap hari, tak pandang waktu baik siang maupun malam, mendorong warga di media sosial ramai-ramai melabeli kotanya sebagai ‘Red Zone’ atau zona merah darurat begal. Menyikapi situasi genting ini, jajaran kepolisian, mulai dari Polrestabes Bandung hingga Polda Jawa Barat, menegaskan komitmen untuk bertindak tegas demi mengembalikan rasa aman masyarakat.

Dalam dua bulan terakhir, serangkaian insiden pembegalan telah membayangi warga Bandung. Pada awal Mei, seorang kurir paket menjadi sasaran di siang bolong. Pertengahan Juni, dua pelaku bersenjata tajam menyerang pengemudi ojek online di Jalan Cikawao. Modus baru pun muncul, seperti pada 14 Juli, ketika Azmy menjadi korban begal berkedok penagih utang di Jalan BKR, Kecamatan Regol, meski tiga pelakunya berhasil diciduk kurang dari dua jam. Tak berhenti di situ, pada 16 Juli, pria berinisial U (24) kehilangan ponselnya di Jalan Babakan Ciparay, dengan satu pelaku tertangkap dan satu lainnya masih dalam pengejaran. Insiden terbaru pada Jumat (17/7) kemarin, seorang pria terluka saat mempertahankan barang berharganya dari komplotan begal di kawasan Kampus Maranatha, Sukajadi.

Bandung Darurat Begal! Polisi Siaga Penuh, Ini Strateginya!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Wakapolrestabes Bandung, AKBP Dedi Supriyadi, mengakui peningkatan tajam kejahatan jalanan ini. "Kami dari Polrestabes Bandung menanggapi adanya masukan dari masyarakat Bandung, di mana aksi begal mulai kembali marak di Kota Bandung," ujar Dedi, seperti dikutip chapnews.id pada Sabtu (18/7). Sebagai respons, kepolisian telah mengintensifkan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) dengan menempatkan personel di sedikitnya empat hingga lima titik rawan di setiap polsek, terutama pada jam-jam rawan dini hari.

Dedi juga menegaskan bahwa Polrestabes Bandung tidak akan segan-segan menindak para pelaku kejahatan jalanan yang meresahkan. "Sesuai dengan petunjuk dan perintah dari Bapak Kapolda yang diteruskan pada bapak Kapolrestabes, kami akan menindak secara tegas dan terukur terhadap para pelaku begal ini," tegasnya. Ia juga memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat yang beraktivitas malam hari, "Jika merasa terganggu akibat adanya aksi-aksi mereka, silakan hubungi 110, dan tim Prabu kami akan bergerak dengan sangat cepat."

Sementara itu, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto, yang baru saja dilantik, menjadikan pemberantasan begal sebagai salah satu prioritas utamanya. "Sebelum masuk ke Jawa Barat, alhamdulillah kami juga mencari informasi dengan melakukan riset dan survei terkait harapan masyarakat. Salah satu yang paling banyak disampaikan adalah maraknya begal. Ini menjadi komitmen kami," kata Pipit. Ia memerintahkan seluruh personel kepolisian untuk mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap pelaku, namun tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Pipit menekankan bahwa penanganan begal tidak bisa hanya mengandalkan kepolisian. Dibutuhkan kolaborasi erat dari seluruh pemangku kepentingan hingga masyarakat luas. "Untuk itu saya mengajak semuanya, mari kita lakukan penanggulangan maraknya begal secara bersama-sama. Ada prinsip responsif dan kolaboratif. Kolaborasi bukan hanya antara kepolisian dengan para pemangku kepentingan dan instansi terkait, tetapi juga dengan seluruh elemen masyarakat," pungkasnya, menyerukan persatuan untuk menciptakan Bandung yang lebih aman.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer