Chapnews – Nasional – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menimbulkan kekhawatiran serius. Kali ini, api berkobar hebat di puncak Gunung Anjing, Kecamatan Pameungpeuk, sebuah area yang dikenal sangat sulit dijangkau oleh petugas maupun kendaraan pemadam kebakaran. Situasi ini memaksa tim hanya bisa melakukan pemantauan dari jarak jauh.
Asep Bintang, Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kabupaten Bandung, menjelaskan bahwa titik api di Gunung Anjing berada di ketinggian ekstrem, membuat upaya pemadaman langsung mustahil dilakukan. "Area yang terbakar sangat jauh dari permukiman warga, sehingga kami hanya bisa memantau dan memantulkan penanganan lebih lanjut ke BPBD," ujar Asep kepada wartawan, Kamis (30/6), seperti dikutip dari chapnews.id.

Selain insiden di Gunung Anjing, karhutla lain juga sempat menghebohkan publik setelah videonya viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di perbukitan Cikuya, Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, beberapa waktu lalu.
Asep Bintang menambahkan, kebakaran di Lagadar melanda area semak belukar yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bandung Barat dan berdekatan dengan perumahan penduduk. "Alhamdulillah, api di Lagadar berhasil kita atasi dengan cepat berkat pengerahan personel dari Pos Taman Kopo Indah dan Mako Soreang," katanya. Diduga kuat, sumber api berasal dari pembakaran sampah yang kemudian merembet ke semak belukar seluas sekitar 200 meter persegi.
Peningkatan signifikan kasus karhutla ini menjadi sorotan utama. Kepala Disdamkar Kabupaten Bandung, Iman Irianto Sudjana, mengungkapkan data mengkhawatirkan: sejak 1 Januari hingga 29 Juli tahun ini, tercatat total 88 kejadian kebakaran lahan. "Peningkatan drastis terjadi pada bulan Juni dengan 13 kasus, dan melonjak tajam hingga 72 kasus di bulan Juli sampai tanggal 29 kemarin," jelas Iman, menunjukkan tren yang memerlukan kewaspadaan tinggi.
Gunung Anjing sendiri bukan lokasi asing bagi ancaman karhutla. Berdasarkan pendataan BPBD Kabupaten Bandung, wilayah ini masuk dalam daftar zona merah karhutla. Pada awal Juni lalu, BPBD telah memetakan sejumlah titik rawan guna menghadapi potensi kemarau panjang yang diperkirakan terjadi tahun ini.
Diki Sudrajat, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bandung, menyebutkan lima kecamatan yang masuk kategori zona merah berdasarkan riwayat kejadian sebelumnya. "Titik-titik tersebut meliputi Gunung Anjing di Kecamatan Arjasari, Gunung Wayang di Kecamatan Pangalengan, kawasan Kawah Putih di Kecamatan Rancabali, serta Desa Cilame, Sukamulya, dan Buninagara yang berada di wilayah Kecamatan Kutawaringin," papar Diki pada Rabu (8/6) kepada chapnews.id.
Data historis juga memperkuat kekhawatiran ini. Pada tahun 2025, tercatat 309 kejadian kebakaran secara keseluruhan, dengan 19 di antaranya merupakan kebakaran lahan. Memasuki semester pertama tahun ini (Januari hingga Juni), Disdamkar Kabupaten Bandung mencatat 199 kebakaran, di mana 16 kejadian melibatkan lahan atau semak belukar. Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat untuk mencegah meluasnya bencana karhutla.

