Ads - After Header

Banjir Karang Tengah Musnah? Jaksel Pakai Metode ‘Jacking’ Canggih!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Jaksel) mengambil langkah strategis dan inovatif untuk mengatasi permasalahan banjir yang kerap melanda kawasan Karang Tengah-Lebak Bulus, Cilandak. Melalui pembangunan saluran air dengan metode ‘Jacking’, Pemkot Jaksel bertekad untuk menghilangkan genangan air yang selama ini menjadi momok bagi warga.

Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, menjelaskan bahwa teknologi ‘Jacking’ dipilih oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) setelah mengevaluasi kondisi saluran drainase yang ada saat ini. "Saluran eksisting sudah tidak memadai untuk menampung limpasan air hujan, sehingga kami memerlukan solusi yang lebih efektif," ujar Syafrin kepada awak media pada Selasa (18/8), seperti dilansir chapnews.id.

Banjir Karang Tengah Musnah? Jaksel Pakai Metode 'Jacking' Canggih!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Penerapan metode ‘Jacking’ dinilai sebagai solusi paling efektif lantaran memungkinkan pemasangan saluran tanpa perlu membongkar seluruh permukaan jalan secara terbuka. Hal ini secara signifikan meminimalkan dampak kemacetan dan gangguan bagi aktivitas warga sekitar. "Dengan metode jacking, kami berharap area yang biasa tergenang, mulai dari Karang Tengah hingga ke kawasan Adhyaksa, dapat diminimalisasi bahkan dihilangkan, karena muara akhirnya menuju ke Kali Pesanggrahan," tambah Syafrin, menargetkan proyek ini rampung dalam enam bulan.

Pemasangan saluran bawah tanah ini akan dilakukan pada kedalaman yang bervariasi, mulai dari 7 meter di titik hulu hingga mencapai 9 hingga 12 meter di titik hilir. Mengingat kompleksitas dan skala pengerjaan, Syafrin mengimbau masyarakat untuk mematuhi rekayasa lalu lintas serta arahan petugas di lapangan demi kelancaran dan keselamatan bersama.

Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Selatan, Santo, merinci lebih lanjut bahwa penanaman pipa jacking ini ditargetkan selesai pada awal Desember. Saluran baru ini akan menggunakan pipa berdiameter 1,2 meter dengan total panjang mencapai 1.298 meter. "Langkah ini diambil untuk mengatasi titik-titik genangan yang kerap melanda kawasan tersebut saat musim hujan, mulai dari persimpangan PHB Pertanian, Kompleks DKI, Kompleks Bona Indah, hingga ke kawasan Adhyaksa," jelas Santo.

Saat ini, pengerjaan proyek baru berada di Pit 1 dari total 10 pit yang direncanakan. Santo memastikan bahwa kapasitas penampungan di PHB Adhyaksa sudah cukup besar untuk menerima aliran dari hulu. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan serta gangguan lalu lintas yang mungkin timbul di sekitar lokasi proyek. "Masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk mematuhi rekayasa lalu lintas, mengikuti petunjuk petugas di lapangan, serta mematuhi rambu-rambu yang dipasang demi keselamatan bersama hingga proyek selesai," pungkasnya.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer