Chapnews – Ekonomi – PT Brantas Abipraya (Persero) optimis pembangunan Bendungan Jragung di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, rampung tahun 2025. Proyek vital ini diklaim akan menjadi solusi strategis untuk memperkuat ketahanan air dan pangan di Indonesia. Bendungan Jragung tak hanya sekadar bendungan, tetapi multifungsi.
Dengan target penyelesaian tahun depan, bendungan ini akan berperan sebagai sumber air baku, sistem irigasi, pengendali banjir, Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH), dan bahkan destinasi wisata. Manfaatnya akan dirasakan luas oleh masyarakat sekitar.

Kapasitas tampungnya mencapai 90 juta meter kubik (m3). Air baku akan dialirkan ke Kota Semarang (500 liter/detik), Kabupaten Grobogan (250 liter/detik), dan Kabupaten Demak (250 liter/detik), demikian disampaikan Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (17/4/2025).
Lebih dari sekadar penyedia air, Bendungan Jragung juga akan mengairi lahan pertanian seluas 4.528 hektare di wilayah irigasi Jragung, Kabupaten Demak. Hal ini diproyeksikan meningkatkan frekuensi panen dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali setahun, mendorong peningkatan signifikan terhadap ketahanan pangan Jawa Tengah.
Dari sisi mitigasi bencana, bendungan ini dirancang untuk mereduksi risiko banjir di daerah hilir. Dengan manajemen aliran air yang terkontrol, debit banjir diharapkan turun dari 378.000 m3/detik menjadi 170.000 m3/detik, atau sekitar 45% pengurangan risiko banjir di Semarang.
Keunggulan Bendungan Jragung tak berhenti sampai di situ. PLTMH berkapasitas 1.400 KW akan menyediakan energi terbarukan bagi warga sekitar. Rencana pengembangan kawasan bendungan sebagai destinasi wisata air dan agrowisata, lengkap dengan taman botani, diharapkan mampu mengerek perekonomian lokal. Proyek ini benar-benar menjadi solusi terintegrasi untuk berbagai permasalahan.



