Chapnews – Ekonomi – JAKARTA – Denyut ekonomi mikro di Kwitang, Jakarta Pusat, tampak menggeliat kuat menjelang perayaan Idulfitri. Pada Kamis (5/3/2026), suasana di salah satu sentra produksi kue kering rumahan terlihat sangat sibuk, dengan para pekerja yang tak henti-hentinya merampungkan pesanan. Lonjakan permintaan yang masif ini membawa berkah tersendiri, terbukti dari omzet harian yang melesat drastis.
Sebuah usaha rumahan kue kering yang telah berdiri kokoh sejak tahun 1996 ini kini menikmati puncak kejayaannya. Jika pada bulan-bulan biasa omzet mereka hanya berkisar Rp8 juta untuk periode dua minggu, kini angka tersebut melonjak tajam. Selama bulan Ramadhan hingga menjelang Lebaran, usaha ini mampu meraup pendapatan fantastis, mencapai Rp10 juta setiap harinya. Angka ini menggambarkan peningkatan lebih dari 250% dalam periode waktu yang sama, sebuah pencapaian luar biasa yang menjadi cerminan tingginya antusiasme masyarakat menyambut hari raya.

Para pekerja terlihat cekatan mengolah adonan, memanggang, hingga mengemas berbagai jenis kue kering yang menjadi favorit. Mulai dari nastar, kastengel, hingga putri salju, semua diproduksi dalam jumlah besar untuk memenuhi permintaan pasar yang tak ada habisnya. Fenomena ini rutin terjadi setiap tahun, di mana kue kering menjadi salah satu hidangan wajib yang tak terpisahkan dari tradisi Lebaran.
Keberhasilan usaha rumahan di Kwitang ini tidak hanya menunjukkan potensi besar sektor UMKM, tetapi juga bagaimana tradisi dan kualitas mampu bertahan di tengah persaingan. Dengan resep yang diwariskan turun-temurun dan komitmen terhadap rasa, mereka berhasil membangun loyalitas pelanggan selama puluhan tahun. Informasi lebih lanjut mengenai geliat ekonomi lokal dan tren bisnis UMKM dapat ditemukan di kanal ekonomi chapnews.id.


