Chapnews – Ekonomi – Bank Indonesia (BI) kembali menunjukkan taringnya dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Pada Jumat (28/8/2026), bank sentral berhasil menyerap dana sebesar Rp24 triliun melalui lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Lelang ini menarik minat pasar yang signifikan, dengan total penawaran yang masuk mencapai Rp43,5 triliun, menandakan kepercayaan investor terhadap instrumen moneter BI.
Keberhasilan lelang ini tidak hanya terlihat dari volume penyerapan, tetapi juga dari indikator penting lainnya: penurunan rata-rata tertimbang (RRT) yield SRBI tenor 12 bulan. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea, menjelaskan bahwa yield yang dimenangkan melandai menjadi 7 persen, lebih rendah dari posisi 7,37 persen pada lelang periode sebelumnya.

"Dalam lelang SRBI hari ini (28/8), Bank Indonesia memenangkan penawaran sebesar Rp24 triliun dari total Rp43,5 triliun penawaran yang masuk," ujar Erwin dalam keterangan resminya, Jumat (28/8/2026), seperti dikutip dari chapnews.id.
Penurunan yield yang dimenangkan ini sejalan dengan pergerakan rata-rata imbal hasil yang diajukan oleh para peserta lelang, yang juga terkoreksi dari 7,45 persen menjadi 7,08 persen. Fenomena ini mencerminkan kondisi likuiditas pasar uang dan perbankan yang terus dijaga secara cermat oleh Bank Indonesia. Melalui pengelolaan instrumen moneter yang terukur, BI berupaya menciptakan kondisi pasar yang kondusif.
Erwin menegaskan bahwa langkah-langkah strategis ini akan terus dioptimalkan. Ke depan, BI berkomitmen untuk terus mengoptimalkan bauran instrumen operasi moneter guna memelihara stabilitas nilai tukar rupiah. Selain itu, upaya ini juga bertujuan untuk menjaga daya tarik pasar keuangan domestik agar tetap menarik bagi investor global. Dengan demikian, diharapkan fondasi ekonomi Indonesia dapat semakin kokoh di tengah gejolak ekonomi global.

