Chapnews – Ekonomi – Badan Pusat Statistik (BPS) akhirnya memberikan penjelasan terkait penyesuaian klasifikasi desil kesejahteraan seorang pengemudi becak di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Setelah sempat memicu perdebatan publik karena tercatat di desil 9, kini statusnya telah berhasil disesuaikan menjadi desil 3. Otoritas statistik ini menegaskan bahwa perubahan tersebut merupakan hasil murni dari proses pemutakhiran data yang dilakukan secara berkala, bukan karena adanya kesalahan teknis atau ketidakvalidan pada basis data awal.
Kasus pengelompokan tingkat kesejahteraan pengemudi becak di Kulon Progo yang sempat tercatat pada kelompok masyarakat mampu atau desil sembilan, memang sempat menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Menanggapi temuan tersebut, BPS segera melakukan verifikasi lapangan secara langsung guna memastikan status sosial ekonomi warga tersebut tercatat dengan akurat dan presisi.

Penyesuaian ke desil tiga ini tuntas setelah profil ekonomi terbaru warga yang bersangkutan berhasil diintegrasikan ke dalam saluran pendataan resmi. "Data beliau sudah dimutakhirkan, dan kini tercatat di desil tiga. Penyesuaian ini terjadi karena sebelumnya data beliau belum masuk dalam kanal pemutakhiran. Setelah diperbarui, datanya langsung mencerminkan kondisi faktual terkini," ujar Amalia, seorang pejabat BPS, saat ditemui di kompleks Widya Chandra, Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Perubahan profil kesejahteraan warga tersebut sempat memunculkan pertanyaan mengenai tingkat keandalan sistem Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Namun, BPS mengklaim bahwa pergeseran data kesejahteraan adalah fenomena lumrah, sejalan dengan dinamika perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat di lapangan.
Pendampingan langsung oleh petugas statistik kepada masyarakat dinilai sangat efektif dalam menangkap perubahan profil ekonomi keluarga secara faktual. BPS juga menekankan bahwa sikap proaktif dan kooperatif dari warga setempat menjadi faktor penentu kecepatan verifikasi data, demi memastikan distribusi program pemerintah tetap tepat sasaran dan menjangkau mereka yang benar-benar membutuhkan.

