Ads - After Header

Bocah 11 Tahun Tulang Ekor Retak, Dibanting Pelatih Futsal!

Ahmad Dewatara

Bocah 11 Tahun Tulang Ekor Retak, Dibanting Pelatih Futsal!

Chapnews – Nasional – Sebuah insiden kekerasan terhadap anak terjadi di Surabaya. BAI (11), bocah yang mengikuti turnamen futsal di SMP Labschool Unesa, menjadi korban pembantingan oleh pelatih futsal lawan, BAZ (33). Akibatnya, tulang ekor BAI retak dan harus istirahat dari aktivitas olahraga selama 5-6 bulan.

Peristiwa nahas itu terjadi Minggu (27/4) lalu saat tim futsal MI Al-Hidayah, yang diperkuat BAI, memenangkan pertandingan semifinal melawan SDN Simolawang. Saat merayakan kemenangan bersama rekan-rekannya, BAZ tiba-tiba menarik dan membanting BAI ke tanah. Kejadian ini terekam dan viral di media sosial.

Bocah 11 Tahun Tulang Ekor Retak, Dibanting Pelatih Futsal!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kepada chapnews.id, BAI menceritakan kronologi kejadian tersebut. Ia mengaku tidak tahu alasan BAZ melakukan tindakan brutal tersebut. "Itu, pas selebrasi, terus ditarik dari belakang [oleh BAZ]," ujarnya saat ditemui di Mapolrestabes Surabaya, Senin (28/4). Awalnya, BAI tidak merasakan sakit. Namun, setelah menjalani rontgen atas permintaan orang tuanya, ia merasakan sakit di tulang ekornya.

Ayah BAI, Bambang Sri Mahendra, sangat menyayangkan kejadian ini. Ia mempertanyakan motif BAZ yang merupakan orang dewasa dan seharusnya menjadi panutan. "Tapi yang saya sayangkan, dan kami tidak tahu motifnya apa. Setelah pertandingan itu selesai, kok malah terjadi persoalan kekerasan terhadap anak saya," ungkap Bambang. Meskipun BAZ berdalih sedang melerai keributan, Bambang menilai alasan tersebut tidak rasional karena tidak ada pertengkaran sama sekali.

Akibat kejadian ini, BAI didiagnosis mengalami retak tulang ekor dan dilarang melakukan aktivitas olahraga berat selama beberapa bulan. Karena tidak ada itikad baik dari BAZ, keluarga BAI melaporkan kejadian ini ke Polrestabes Surabaya. Laporan tersebut teregistrasi dengan Nomor LP/B/389/IV/2025/SPKT/POLRESTABES SURABAYA/POLDA JAWA TIMUR dan saat ini sedang dalam proses penyelidikan. AKP Rina Shanty Dewi Nainggolan, Kasi Humas Polrestabes Surabaya, membenarkan adanya laporan tersebut. Kasus ini kini menjadi sorotan publik dan menimbulkan pertanyaan besar tentang pengawasan dan etika dalam dunia olahraga anak.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer