Chapnews – Ekonomi – JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, akhirnya buka suara terkait alasan krusial di balik pelibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keterlibatan aparat keamanan ini disebut sebagai solusi paling realistis untuk mengatasi kendala distribusi di lapangan.
Berbicara di Kantor BGN pada Rabu (22/7/2026), Sudaryono menjelaskan bahwa keputusan melibatkan TNI dan Polri didasari oleh pengalaman serupa dalam distribusi skala besar yang pernah ia tangani sebelumnya. Menurutnya, keterbatasan anggaran operasional untuk distribusi menjadi faktor utama yang membuat peran kedua institusi ini tak tergantikan.

"Intinya sama seperti pengalaman saya di Kementerian Pertanian. Saat kami harus mendistribusikan 70 ribu unit pompa air di musim kemarau tahun 2024, kami mengandalkan TNI dan Polri. Alasannya sederhana, tidak ada alokasi anggaran khusus untuk biaya distribusinya," terang Sudaryono, membandingkan situasi saat ini dengan tantangan di sektor pertanian.
Sudaryono menegaskan, pelibatan TNI dan Polri bukan tanpa alasan kuat. Kebijakan ini diambil untuk memastikan program MBG dapat menjangkau seluruh sasaran secara efisien, tepat waktu, dan tanpa hambatan berarti. Dengan demikian, pemenuhan gizi bagi anak-anak sebagai target utama program ini dapat tercapai optimal.
"Kemarin ada mahasiswa yang bertanya kepada saya, mengapa tidak menggunakan relawan saja daripada melibatkan tentara dan polisi? Lalu saya balik bertanya, apakah mereka bersedia membantu program MBG tanpa gaji? Mereka menjawab tidak mau," ungkap Sudaryono, menyoroti realitas tantangan operasional di lapangan.
Tantangan tersebut secara gamblang menunjukkan bahwa untuk menjalankan program sebesar MBG, diperlukan dukungan dari semua pihak yang memiliki kapasitas dan infrastruktur memadai. "Intinya adalah bagaimana semua pihak dapat bergerak serentak agar program ini terlaksana dengan baik, dengan sasaran yang jelas: memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup dan aman," pungkas Sudaryono, menekankan misi utama BGN dalam upaya peningkatan gizi nasional.

