Ads - After Header

Bupati TTU: Kematian Dokter Icha Buka Borok Dewan!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, akhirnya angkat bicara mengenai kasus kematian tragis dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni, atau Dokter Icha, yang diduga bunuh diri akibat depresi berat setelah diintimidasi oleh sejumlah anggota DPRD TTU. Menurut Bupati Yosep, insiden memilukan ini telah "menguak tabir lama" mengenai kebiasaan buruk para wakil rakyat di daerahnya.

Yosep mengungkapkan bahwa kematian Dokter Icha menyingkap praktik lama anggota DPRD TTU yang kerap membuat kericuhan di bawah pengaruh minuman beralkohol, baik saat maupun setelah kegiatan reses. "Kejadian dr Icha ini membuka tabir yang selama ini tertutup rapat," tegas Yosep pada Sabtu (27/6) malam, seperti dikutip dari chapnews.id. Ia menyayangkan perilaku tidak pantas yang dilakukan oleh oknum anggota dewan tersebut. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) TTU, lanjutnya, berkomitmen untuk mendukung penuh upaya keluarga Dokter Icha dalam menuntut keadilan.

Bupati TTU: Kematian Dokter Icha Buka Borok Dewan!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Dokter Icha sendiri merupakan putri daerah binaan beasiswa Pemda TTU yang berdedikasi. Ia bertugas di Puskesmas Bitefa dan juga aktif membantu di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona.

Dugaan Intimidasi di Ruang IGD

Kematian Dokter Icha pada akhir Juni lalu diduga kuat dipicu oleh guncangan psikologis dan tekanan mendalam yang ia alami setelah diintimidasi. Insiden intimidasi tersebut terjadi saat Dokter Icha sedang bertugas di IGD RS Leona Kefamenanu, TTU, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kala itu, ia tengah menangani seorang pasien anak korban gigitan ular hijau.

Menurut keterangan sejumlah saksi, dua pria yang mengaku sebagai anggota DPRD TTU, Therensius Lazakar dan Norbertus Tubani, mendatangi IGD. Mereka disebut melontarkan perkataan bernada tinggi dan membentak Dokter Icha. Pasien anak yang ditangani Dokter Icha diketahui merupakan keponakan dari Therensius Lazakar.

Paman korban, Victor Manbait, mengungkapkan bahwa Dokter Icha masih mengalami ketakutan dan tekanan psikologis hebat akibat bentakan yang diterimanya saat bertugas. Juru bicara keluarga, Fabianus Banase, menambahkan bahwa berdasarkan keterangan tenaga medis dan saksi di lokasi, kedua anggota dewan tersebut tercium aroma alkohol menyengat saat insiden terjadi. Keluarga juga mengklaim memiliki dokumentasi berupa foto yang diambil saat kejadian berlangsung. Akibat intimidasi tersebut, Dokter Icha terguncang dan menangis di rumah sakit, sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi lemah di tempat tinggalnya dan kemudian meninggal dunia.

Polisi Bergerak Cepat, Anggota Dewan Akan Diperiksa

Menanggapi kasus yang viral ini, Polres TTU bergerak cepat dengan memeriksa rekan-rekan Dokter Icha yang berada di IGD RS Leona saat dugaan intimidasi terjadi. Selanjutnya, polisi juga akan memanggil tiga anggota DPRD TTU yang diduga terlibat, yakni Veronika Lake, Norbertus Bani, dan Thrensius Lazakar, untuk dimintai klarifikasi.

Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote, menegaskan bahwa pihaknya akan tetap menyelidiki kasus ini secara serius, meskipun keluarga korban belum membuat laporan polisi resmi. "Kami dari Polres belum mendapatkan laporan. Namun, berdasarkan berita viral yang sudah tersebar di media sosial, kami sudah melakukan beberapa tindakan kepolisian," ujar Eliana.

Polres TTU juga akan berkoordinasi dengan pimpinan DPRD terkait pengaduan dari keluarga korban di Badan Kehormatan (BK) DPRD TTU. Selain itu, polisi akan melengkapi alat bukti berupa rekam medis almarhumah saat dirawat di RSU Leona TTU serta hasil pemeriksaan psikologis dari RSUP Ben Mboi.

Di sisi lain, ketiga anggota DPRD TTU yang namanya disebut-sebut dalam kasus ini secara tegas membantah tuduhan intimidasi. Dua di antaranya mengaku hanya meninggikan suara karena kepanikan saat melihat kondisi pasien yang merupakan kerabat mereka. Investigasi lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap kebenaran di balik kematian tragis Dokter Icha dan memberikan keadilan bagi keluarga korban.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer