Ads - After Header

Dampak Karhutla Kalteng Pasien RS Melonjak

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Krisis kualitas udara yang melanda wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah memicu lonjakan drastis pada angka kunjungan pasien di berbagai rumah sakit. Kondisi kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut berdampak langsung pada kesehatan masyarakat, terutama terkait gangguan sistem pernapasan.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan fakta memprihatkan mengenai situasi kesehatan di provinsi tersebut. Berdasarkan data terbaru yang diterima pemerintah, jumlah pasien yang harus menjalani perawatan di rumah sakit di Kalteng mengalami kenaikan hingga tiga kali lipat dibandingkan kondisi normal. Lonjakan ini menjadi sinyal kuat bahwa paparan asap akibat karhutla telah mencapai level yang mengkhawatirkan bagi kesehatan publik.

Dampak Karhutla Kalteng Pasien RS Melonjak
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menanggapi situasi darurat ini, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan komitmen penuh untuk memperkuat infrastruktur kesehatan di daerah terdampak. Menkes menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan setiap fasilitas kesehatan memiliki kapasitas yang memadai untuk menangani warga yang mengalami gangguan pernapasan akut.

"Berdasarkan informasi yang saya terima, jumlah pasien yang masuk ke rumah sakit meningkat hingga tiga kali lipat," ujar Budi Gunadi Sadikin saat melakukan kunjungan kerja di Palangka Raya, Jumat (23/10).

Sebagai langkah konkret, Kemenkes tengah melakukan percepatan distribusi bantuan alat medis ke berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah. Bantuan tersebut mencakup peralatan vital seperti ventilator yang sangat dibutuhkan untuk menangani pasien dengan kondisi sesak napas berat. Langkah ini diambil guna memperkuat kemampuan rumah sakit setempat agar tidak kewalahan dalam menangani lonjakan pasien.

Perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok masyarakat yang paling rentan, terutama anak-anak. Kelompok ini seringkali menjadi korban pertama yang mengalami sesak napas hebat akibat kualitas udara yang buruk. Ketersediaan alat bantu pernapasan yang cepat dan tepat menjadi kunci utama dalam menekan angka fatalitas akibat dampak asap.

Selain bantuan alat, Menkes juga memberikan imbauan keras kepada masyarakat agar tidak meremehkan gejala gangguan pernapasan sekecil apa pun. Warga yang mengalami keluhan ringan disarankan untuk menjalani rawat jalan sesuai instruksi medis. Namun, jika gejala berkembang menjadi lebih serius seperti pneumonia atau Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), pasien harus segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan intensif.

Dalam kunjungannya, Menkes juga meninjau kesiapan Puskesmas Panarung dan Puskesmas Menteng di Palangka Raya. Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah layanan bus oksigen keliling yang dirancang untuk menjangkau warga terdampak asap secara langsung.

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menyambut baik perhatian pemerintah pusat. Ia menyebut bahwa layanan bus oksigen keliling tersebut memiliki potensi besar untuk dijadikan proyek percontohan (pilot project) di tingkat nasional. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi model penanganan kesehatan darurat di wilayah lain yang sering mengalami masalah serupa akibat bencana asap.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer