Chapnews – Nasional – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatra kembali menunjukkan komitmennya dalam memulihkan kehidupan masyarakat. Hingga pertengahan April 2026, dana stimulan sebesar Rp537,22 miliar telah berhasil disalurkan untuk merehabilitasi 26.849 unit rumah yang rusak akibat bencana hidrometeorologi di tiga provinsi terdampak: Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Penyaluran masif ini merupakan kelanjutan dari tahap sebelumnya pada Maret 2026, yang telah mengucurkan Rp528,76 miliar untuk 25.076 unit rumah.
Distribusi dana tersebut merata di ketiga wilayah. Provinsi Aceh menjadi penerima terbesar dengan alokasi Rp473,25 miliar, menjangkau 12.856 rumah rusak ringan dan 9.347 rumah rusak sedang. Sementara itu, di Sumatra Utara, bantuan senilai Rp40,56 miliar telah disalurkan untuk perbaikan 2.232 rumah rusak ringan dan 1.228 rumah rusak sedang. Adapun Sumatra Barat menerima Rp23,415 miliar untuk 811 unit rumah rusak ringan dan 375 unit rumah rusak sedang.

Muhammad Tito Karnavian, Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatra, menegaskan bahwa bantuan ini diberikan langsung kepada para pemilik rumah. "Dana stimulan ini bertujuan agar perbaikan dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat," ujar Tito usai Rapat Koordinasi Pendataan Hunian Tetap di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Rabu (15/4). Besaran bantuan ditetapkan sebesar Rp15 juta untuk kategori rumah rusak ringan dan Rp30 juta untuk rumah rusak sedang.
Tak hanya itu, pemerintah juga memberikan bantuan komplementer untuk menata kembali kehidupan penyintas. Bantuan tersebut meliputi uang isi hunian senilai Rp3 juta dan stimulan ekonomi sebesar Rp5 juta. Selain itu, jaminan hidup (jadup) sebesar Rp450 ribu per orang per bulan terus digelontorkan untuk memastikan kebutuhan dasar harian para penyintas bencana terpenuhi. Tito menambahkan, "Kalau (rumah rusak) yang ringan, itu dibantu Rp15 juta, ditambah dengan hal-hal lain dari (Kemensos) yang totalnya hampir Rp8 juta lebih. Rumah rusak sedang dibantu Rp30 juta oleh BNPB dan kemudian dibantu oleh Kemensos juga Rp8 juta lebih."
Di samping bantuan perbaikan, Satgas PRR juga bergerak paralel dalam pembangunan hunian tetap (huntap) dan hunian sementara (huntara) untuk memastikan semua penyintas mendapatkan tempat tinggal yang layak, terutama bagi mereka yang rumahnya rusak berat atau hilang. Data Satgas PRR per 17 April 2026 mencatat, dari total kebutuhan 39.021 unit huntap di tiga provinsi, sebanyak 241 unit telah rampung dan 1.243 unit lainnya sedang dalam proses pembangunan.
Secara rinci, di Aceh, 104 unit huntap telah selesai dibangun dari total 28.876 unit yang dibutuhkan, dengan 395 unit dalam tahap pengerjaan. Di Sumatra Utara, 120 unit telah rampung dari 7.321 unit kebutuhan, dan 407 unit sedang dibangun. Sementara di Sumatra Barat, 17 unit telah selesai dari 2.824 unit yang diproyeksikan, dengan 441 unit masih dalam proses konstruksi.
Progres pembangunan hunian sementara (huntara) juga menunjukkan angka yang impresif. Berdasarkan data per 16 April 2026, sebanyak 19.028 unit huntara telah rampung dari target 20.495 unit, mencapai progres sekitar 92 persen. Capaian ini menunjukkan keseriusan pemerintah melalui Satgas PRR dalam mempercepat pemulihan pascabencana di Sumatra, memberikan harapan baru bagi ribuan keluarga terdampak.



