Chapnews – Nasional – Tim evakuasi menghadapi tantangan berat dalam upaya mengevakuasi jenazah Nicholas F Goselin, seorang pilot berkebangsaan Amerika Serikat yang menjadi korban insiden tragis di Balinggama, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Kondisi cuaca ekstrem yang tidak bersahabat memaksa tim untuk menunda operasi penyelamatan yang krusial ini.
Upaya awal pada Kamis (2/7) sore, yang diberangkatkan dari Timika, hanya mampu bertahan sekitar 15 menit di udara sebelum penerbangan dibatalkan. Awan tebal, kabut pekat, dan angin kencang membuat perjalanan menuju lokasi kejadian di Balinggama terlalu berbahaya, sehingga tim terpaksa kembali ke Timika. Rencananya, evakuasi akan dilanjutkan pada Jumat (3/7) pagi, dengan harapan kondisi cuaca membaik.

Letkol Inf Wirya Artadiguna, Kepala Penerangan Komando Operasi TNI (Koops TNI) Habema, membenarkan kendala cuaca ini. "Rencananya Jumat pagi (3/7) tim akan kembali diterbangkan ke Balinggama, untuk mengevakuasi Nicholas F Goselin (20 tahun), berkebangsaan Amerika Serikat yang dilaporkan meninggal," ujarnya pada Kamis (2/7) petang, seperti dikutip dari chapnews.id.
Insiden nahas yang terjadi pada Kamis (2/7) tidak hanya merenggut nyawa pilot muda tersebut, tetapi juga mengakibatkan pesawat milik AMA dengan nomor registrasi PK-RCY hangus dibakar oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Sebelum kejadian, pesawat tersebut dilaporkan terbang dari Wamena menuju Balinggama dengan mengangkut tujuh penumpang.
Identitas ketujuh penumpang tersebut adalah Eston Sobolim, Kluenang Sobolim, Toni Balingga, Elina Sobolim, Ona Sobolim, Lisenia Balingga, dan Vaince Amo Hoso. Hingga berita ini diturunkan, fokus utama masih pada evakuasi jenazah pilot, sementara informasi lebih lanjut mengenai kondisi para penumpang belum dirilis secara resmi oleh pihak berwenang. Tim gabungan terus memantau situasi dan siap bergerak begitu cuaca memungkinkan.

