Ads - After Header

Drama Subuh! Rumah Kades Hoho Diteror Molotov, Mobil Ludes

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Sebuah insiden teror yang menggemparkan terjadi di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, ketika rumah Kepala Desa (Kades) Purwasaba, Hoho Alkaf, menjadi sasaran pelemparan bom molotov oleh orang tak dikenal pada Kamis (23/4) dini hari. Akibat serangan brutal ini, sebuah mobil mewah milik Hoho hangus terbakar dan sebagian bangunan rumahnya turut terdampak.

Peristiwa nahas tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 04.10 WIB, menjelang waktu subuh. Hoho Alkaf, yang saat itu masih terjaga setelah begadang bersama beberapa warga, mengaku sempat memantau rekaman CCTV sebelum mendengar suara ledakan dan melihat kobaran api yang membesar di area parkir rumahnya. "Jam 04.00 WIB lewat sedikit, sekitar 04.10 WIB atau 04.15 WIB. Saya sempat lihat CCTV, terus tidak lama kemudian terdengar suara dan api sudah besar," ungkap Hoho, seperti dikutip dari chapnews.id.

Drama Subuh! Rumah Kades Hoho Diteror Molotov, Mobil Ludes
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Api dengan cepat melalap mobil sedan Honda Civic Turbo miliknya hingga rusak parah dan tidak bisa digunakan lagi. Hoho menduga pelaku menyiramkan tiner terlebih dahulu sebelum melemparkan molotov, yang menyebabkan api langsung membesar secara drastis. "Sepertinya mobil sudah disiram tiner dulu, terus dilempar seperti bom molotov. Jadi apinya langsung besar. Soalnya saya lihat itu mobil sudah berlumur tiner," jelasnya. Selain mobil, bagian langit-langit garasi rumahnya juga ikut menghitam akibat jilatan api.

Dari rekaman kamera pengawas (CCTV), pelaku diduga seorang diri dan mengendarai sepeda listrik. Hoho sempat berniat mengejar pelaku, namun mengurungkan niatnya karena khawatir akan keselamatan keluarganya di dalam rumah. Warga sekitar juga disebut sempat melihat seseorang dengan ciri-ciri serupa melintas dari arah rumah Hoho. Hal ini menguatkan dugaan bahwa aksi teror ini bukan dilakukan secara spontan, melainkan sudah direncanakan matang.

Api yang membakar mobil dan bagian rumah dipadamkan secara manual oleh Hoho dan istrinya menggunakan air seadanya. Proses pemadaman berlangsung cukup lama, sekitar 20 menit, sebelum api berhasil dijinakkan, mengingat kejadian terjadi menjelang subuh saat warga belum banyak yang beraktivitas. "Saya sama istri padamkan pakai air seadanya. Belum ada warga karena [kejadian] pas mau subuh. Habis salat subuh baru pada ke sini," ujarnya.

Hoho Alkaf telah melaporkan kejadian ini ke Polres Banjarnegara. Petugas kepolisian, termasuk tim Inafis, segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengumpulkan bukti-bukti. "Saya berharap kepolisian terutama Polres Banjarnegara benar-benar bisa mengusut tuntas," tegas Hoho.

Kades Hoho juga mengaitkan insiden teror ini dengan konflik yang sempat terjadi terkait penjaringan perangkat desa sebelumnya. Ia menegaskan pendiriannya untuk selalu berpegang pada aturan, meskipun mendapat tekanan dari berbagai pihak. "Saya kekeh tetap pada aturan. Apapun bentuknya, jangankan perintah dari bupati, bahkan perintah atasnya bupati, kalau itu kewenangan saya, saya nggak wajib nurut," ujarnya. Ia juga menyinggung soal upaya hukum yang seharusnya ditempuh terkait administrasi, bukan audit yang tidak berdasar. "Alangkah baiknya kalau upaya hukum itu PTUN, ini kaitannya administrasi. Ngapain audit-audit, emangnya ada suap? Buktiin, kalau enggak ada katakan enggak ada," pungkasnya, menyiratkan adanya tekanan atau tuduhan yang mungkin melatarbelakangi teror ini.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer