Ads - After Header

Dulu Dicibir, Kini Diburu! Kisah Sukses Hilirisasi Nikel RI

Ahmad Dewatara

Chapnews – Ekonomi – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, baru-baru ini membuka lembaran perjuangan pemerintah dalam mengimplementasikan kebijakan hilirisasi nikel. Sebuah langkah strategis yang awalnya menuai badai kritik, tekanan internasional, bahkan gugatan di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), kini justru berbalik menjadi daya tarik utama bagi para investor global.

Luhut mengenang masa-masa awal larangan ekspor bijih nikel diberlakukan. Menurutnya, fase tersebut diwarnai dengan gelombang cibiran dan keraguan dari berbagai pihak, baik di dalam maupun luar negeri. "Saya masih ingat masa-masa awal larangan ekspor bijih nikel, kami dicibir, kami ditekan dari berbagai arah, kami digugat sampai ke WTO, dan banyak yang bilang Indonesia tidak akan sanggup," ungkap Luhut dalam sebuah acara peluncuran dan bedah buku Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Dulu Dicibir, Kini Diburu! Kisah Sukses Hilirisasi Nikel RI
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Namun, berbagai tekanan tersebut tak sedikit pun menggoyahkan tekad pemerintah. Sebaliknya, pemerintah justru semakin gigih mendorong pengolahan sumber daya mineral di dalam negeri. Visi utamanya adalah agar Indonesia tidak lagi hanya menjadi pengekspor bahan mentah, melainkan mampu menciptakan nilai tambah yang signifikan melalui industri pengolahan. Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat struktur ekonomi nasional dan menciptakan lapangan kerja.

Pesatnya pertumbuhan industri pengolahan nikel domestik saat ini menjadi indikator kuat bahwa kebijakan hilirisasi telah membuahkan hasil yang nyata. Luhut dengan bangga menyoroti perkembangan ini, seraya mengapresiasi keberanian para pemangku kebijakan. "Namun sekarang saya kira Pak Bahlil tegap berdiri mengatakan ‘kami bisa’," ujarnya, menunjukkan keyakinan akan kapabilitas bangsa.

Fenomena menarik pun terjadi. Luhut mengungkapkan bahwa pihak-pihak yang dulu meragukan dan bahkan menertawakan kebijakan hilirisasi, kini justru berbalik arah. Mereka kini berbondong-bondong mendekati Indonesia, menunjukkan minat serius untuk berinvestasi dalam sektor yang dulu mereka anggap mustahil. "Sebagian yang dulu mentertawakan itu justru sekarang antre minta bertemu dengan Pak Bahlil, mau ikut investasi," tegas Luhut, menegaskan bahwa keberanian dan konsistensi pemerintah telah mengubah skeptisisme menjadi kepercayaan dan minat investasi yang tinggi.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer