Chapnews – Nasional – Kejutan terjadi di panggung politik nasional. Tiga politisi senior yang sebelumnya dikenal sebagai kader Partai NasDem, yakni Ahmad Ali, Bestari Barus, dan Rusdi Masse Mappasessu, secara bersamaan memutuskan untuk bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Langkah ini menimbulkan spekulasi dan pertanyaan mengenai alasan di balik perpindahan tersebut.
Kepindahan Ahmad Ali dan Bestari Barus ke PSI telah diumumkan sebelumnya, bahkan keduanya telah menduduki posisi strategis dalam kepengurusan partai yang kini dipimpin oleh Kaesang Pangarep. Sementara itu, Rusdi Masse menjadi nama terbaru yang mengikuti jejak kedua rekannya.

Sahroni, yang digantikan oleh Rusdi Masse sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI pasca-demo Agustus 2025 lalu, membenarkan kabar kepindahan tersebut. Bestari Barus, yang kini menjabat sebagai Ketua DPP PSI, menyambut hangat kedatangan Rusdi Masse. "Kita akan menerima dengan sangat senang hati dan memberikan karpet merah sepanjang-panjangnya untuk menyambut kehadirannya bergabung dengan PSI untuk menang Pemilu 2029," ujar Bestari.
Rusdi Masse sendiri merupakan anggota DPR RI dari Fraksi NasDem yang mewakili daerah pemilihan Sulawesi Selatan. Ia dikenal sebagai tokoh yang memiliki basis dukungan kuat di wilayah tersebut. Sebelum terjun ke dunia politik nasional, Rusdi Masse pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kab. Sidrap dan Bupati selama dua periode.
Ahmad Ali, politisi asal Sulawesi Tengah, juga memiliki rekam jejak panjang di dunia politik. Ia pernah menjabat sebagai Ketua DPW NasDem Sulawesi Tengah dan Waketum DPP NasDem. Sementara itu, Bestari Barus dikenal sebagai politisi NasDem yang aktif di Jakarta, pernah menjabat sebagai anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dan Ketua Fraksi.
Sekjen NasDem Hermawi Taslim memberikan tanggapan terkait kepindahan Ahmad Ali dan Bestari Barus ke PSI. Ia mengaku senang dan berharap yang terbaik bagi keduanya setelah gagal dalam pencalonan legislatif Pemilu 2024 lalu. Bestari Barus menambahkan bahwa PSI telah menyiapkan posisi khusus bagi Rusdi Masse, mengingat potensi basis pendukung yang akan dibawanya dari Sulawesi Selatan.


