Ads - After Header

Emas Bakal Melejit? Prediksi Harga Sentuh Rp2,72 Juta!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Ekonomi – Pasar komoditas emas kembali menjadi sorotan hangat. Para investor dan pelaku pasar diminta bersiap, karena harga logam mulia ini diproyeksikan memiliki potensi besar untuk menembus level Rp2.720.000 per gram pada pekan mendatang. Prediksi ini muncul di tengah dinamika pasar yang terus bergejolak, menawarkan peluang sekaligus tantangan bagi para pemegang aset berharga ini.

Menurut analisis terbaru dari Ibrahim Assuaibi, seorang Analis Mata Uang dan Komoditas terkemuka, pergerakan harga emas untuk periode satu minggu ke depan diperkirakan akan berada dalam rentang yang cukup lebar. "Untuk logam mulia, kemungkinan besar dalam minggu depan akan ditransaksikan di level support Rp2.410.000 per gram, dengan resistensi kuat di Rp2.720.000 per gram," jelas Ibrahim dalam risetnya yang dirilis Minggu (2/8/2026). Angka Rp2.720.000 ini menjadi batas atas yang menarik perhatian, mengindikasikan potensi kenaikan signifikan jika sentimen pasar mendukung.

Emas Bakal Melejit? Prediksi Harga Sentuh Rp2,72 Juta!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Lebih lanjut, Ibrahim juga memberikan pandangan untuk pergerakan harga emas dalam jangka pendek. Ia memproyeksikan bahwa dalam beberapa hari ke depan, harga akan bergerak di kisaran support Rp2.580.000 per gram dan resistance Rp2.623.000 per gram. "Secara jangka pendek, support-nya di Rp2.580.000 per gram, kemudian resistensinya di Rp2.623.000 per gram," tambahnya, memberikan gambaran lebih detail bagi para trader harian.

Proyeksi kenaikan ini datang setelah harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menunjukkan tren yang cenderung melemah sepanjang pekan sebelumnya. Meskipun sempat mencatat penguatan di awal pekan, momentum tersebut tidak mampu bertahan lama, menandakan volatilitas yang masih tinggi di pasar.

Data dari situs resmi Logam Mulia menunjukkan bahwa pada Senin (27/7/2026), harga emas Antam ukuran 1 gram sempat naik Rp10.000, dari Rp2.612.000 menjadi Rp2.622.000. Kenaikan ini juga diikuti oleh harga buyback yang melonjak Rp18.000 menjadi Rp2.370.000 per gram. Namun, euforia tersebut hanya sesaat. Harga kemudian terkoreksi selama dua hari berturut-turut, yakni turun Rp9.000 menjadi Rp2.613.000 pada Selasa (28/7/2026), dan kembali anjlok Rp12.000 menjadi Rp2.601.000 per gram pada Rabu (29/7/2026). Pergerakan ini menggarisbawahi pentingnya memantau perkembangan pasar secara cermat bagi para investor.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer