Ads - After Header

Gus Ipul Gebrak Gresik! Ribuan Taruna TNI-Polri Cetak Generasi Emas

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, secara langsung meninjau pelaksanaan program Taruna Bhakti Nusantara (TBN) dan Masa Pengenalan Lingkungan Siswa (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Gresik, Jawa Timur, pada Senin (3/8). Kunjungan ini sekaligus menandai resminya lebih dari seribu personel gabungan TNI dan Polri yang mulai bertugas mendampingi ribuan siswa dari keluarga prasejahtera di seluruh Indonesia.

Gus Ipul menegaskan bahwa kehadiran para Taruna Bhakti Nusantara ini memiliki misi krusial: menggembleng kedisiplinan, menanamkan jiwa kepemimpinan, serta membimbing berbagai kegiatan ekstrakurikuler bagi siswa-siswa berasrama. "Kami bersyukur semua sudah berada di tempat masing-masing. Insya Allah nanti di sini akan membimbing, memberikan keteladanan untuk siswa-siswa Sekolah Rakyat dalam rangka penguatan kedisiplinan dan kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler," ujar Gus Ipul di sela-sela peninjauan.

Gus Ipul Gebrak Gresik! Ribuan Taruna TNI-Polri Cetak Generasi Emas
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Pendampingan ini mencakup beragam aspek kehidupan sehari-hari, mulai dari kegiatan kepramukaan, latihan baris-berbaris, menata tempat tidur, merawat barang pribadi, hingga membangun rutinitas belajar yang tertib dan mandiri di lingkungan asrama. Pelaksanaan tugas TBN ini bertepatan dengan MPLS yang tengah berlangsung di seluruh Sekolah Rakyat, di mana proses adaptasi siswa terhadap sistem pendidikan berasrama dan fasilitas sekolah yang terus disempurnakan berjalan dengan baik.

Turut hadir dalam acara penting ini Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Restu Novi Widiani, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik Ummi Khoiroh, serta Kepala SRT 1 Gresik Rangga Pratama Wahyudiarta. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung program ini.

Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk menjangkau anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, banyak di antaranya yang sebelumnya putus sekolah atau bahkan belum pernah merasakan bangku pendidikan formal. Proses rekrutmennya dilakukan secara cermat, berawal dari penjangkauan berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), diverifikasi lapangan oleh pendamping PKH dan dinas sosial, dialog dengan orang tua, hingga penetapan oleh bupati dan persetujuan Kementerian Sosial.

Rasa bangga turut diungkapkan oleh salah satu personel TBN, Letda Laut Bagus, yang bertugas di SRT 1 Gresik. "Ini adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi kami dapat ditugaskan memberikan sedikit kepada adik-adik kami yang nantinya menjadi generasi penerus kami," katanya, menekankan bahwa rutinitas berasrama akan membentuk disiplin, tanggung jawab, dan rasa kekeluargaan. Ia berpesan agar para siswa tidak merasa bosan atau sendiri, melainkan menganggap asrama sebagai satu keluarga besar.

Perubahan positif ini nyata dirasakan oleh Arka Nanta Juanito Bolu, seorang siswa putra nelayan. Setelah setahun di Sekolah Rakyat, Arka mengaku kini jauh lebih disiplin. Ia bahkan dipercaya memimpin apel snack siang di hadapan Mensos dan Bupati berkat kepercayaan dirinya yang meningkat. "Di rumah saya tidak bisa disiplin. Masuk Sekolah Rakyat jadi bisa disiplin," tutur Arka. Ia juga menyoroti kuatnya suasana toleransi di lingkungan sekolah, di mana Kepala Sekolah bahkan mendampingi siswa non-Muslim untuk beribadah ke gereja, menunjukkan komitmen sekolah dalam menghargai keberagaman.

Dalam kunjungannya, Gus Ipul tidak hanya berdialog hangat dengan para siswa, tetapi juga menyaksikan langsung demonstrasi baris-berbaris yang apik dari siswa baru dan lama di bawah bimbingan Taruna Bhakti Nusantara. Ia juga menguji wawasan kebangsaan siswa melalui kuis, serta mengajak mereka bernyanyi dan bersalawat, menciptakan suasana akrab dan inspiratif.

SRT 1 Gresik sendiri, yang berdiri di atas lahan 6,5 hektare, memiliki kapasitas 405 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Secara nasional, program Sekolah Rakyat telah menjangkau lebih dari 43 ribu siswa, dengan proyeksi mencapai 45 ribu siswa tahun ini. Ambisi pemerintah tak berhenti di situ; jika pembangunan gedung-gedung Sekolah Rakyat di berbagai daerah rampung sesuai rencana, kapasitas penerimaan siswa pada tahun depan ditargetkan melampaui 100 ribu orang. Presiden Prabowo Subianto bahkan menargetkan setiap kabupaten dan kota memiliki Sekolah Rakyat yang mampu menampung 1.500 hingga 2.000 siswa per jenjang.

"Insya Allah kita alokasikan tahun ini siswa lama dan siswa baru diperkirakan nanti lebih dari 45 ribu siswa. Tahun depan, kalau target pembangunan gedung-gedung selesai, itu lebih dari 100 ribu (siswa)," pungkas Gus Ipul, optimis bahwa program Taruna Bhakti Nusantara akan menjadi pilar penting dalam mencetak generasi penerus bangsa yang disiplin, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer