Chapnews – Ekonomi – Geger! Harga emas Antam (ANTM) menyentuh angka fantastis, menembus Rp2 juta per gram pada perdagangan 22 April 2025. Lonjakan harga hingga Rp36.000 ini mencetak rekor tertinggi baru, menjadi Rp2.016.000 per gram. Kenaikan serupa juga terjadi pada harga buyback, yang naik menjadi Rp1.865.000 per gram di kantor Antam Pulo Gadung, Jakarta. Apa yang sebenarnya terjadi? Berikut empat fakta di balik rekor emas ini:
-
Penguatan Harga Emas Global: Tren kenaikan harga emas dunia menjadi faktor utama. Harga emas di pasar spot menguat signifikan, mencapai USD3.349,48 per troy ounce di awal pekan, dan diperkirakan terus merangkak naik hingga USD3.384 per troy ounce, bahkan berpotensi menembus USD3.415. Ibrahim Assuaibi, pengamat pasar uang, menyatakan, "Harga emas dunia terus memanas."
-
Prediksi Kenaikan Berlanjut: Assuaibi memprediksi kenaikan harga emas masih berlanjut. Pernyataan Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, yang menyinggung perlambatan ekonomi AS dan dampak tarif impor, menjadi salah satu pemicunya. Kekhawatiran investor akan resesi di AS, berdasarkan jajak pendapat 17 April, semakin memperkuat prediksi ini. Assuaibi menambahkan, "Investor percaya kebijakan tarif berpotensi memicu resesi dalam 12 bulan ke depan."
-
Dampak Kebijakan Tarif: Kebijakan tarif impor AS berdampak luas, termasuk pada harga emas. Perlambatan ekonomi AS yang diprediksi akan terjadi turut mempengaruhi harga komoditas global, termasuk emas. Hal ini mendorong investor untuk mencari aset aman, salah satunya emas, sehingga meningkatkan permintaan dan harga.
-
Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah: Pencapaian harga emas Antam di atas Rp2 juta per gram merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah. Kenaikan ini menjadi perhatian serius bagi pelaku pasar dan investor, mengingat dampaknya terhadap perekonomian nasional. Perlu dipantau perkembangan harga emas ke depannya dan dampaknya terhadap daya beli masyarakat.




