Ads - After Header

Gawat! Rupiah Loyo ke Rp16.725, Dolar AS Menggila!

Ahmad Dewatara

Gawat! Rupiah Loyo ke Rp16.725, Dolar AS Menggila!

Chapnews – Ekonomi – Nilai tukar Rupiah kembali tertekan signifikan terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan hari ini. Mata uang Garuda tergelincir 38 poin atau sekitar 0,23 persen, menembus level Rp16.725 per dolar AS. Pelemahan ini dipicu oleh kombinasi sentimen eksternal yang kompleks dan dinamika pasar domestik yang menunjukkan perlambatan.

Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, mengidentifikasi bahwa pelemahan Rupiah tak lepas dari sentimen eksternal. Salah satu faktor pemicu utamanya adalah Risalah Rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bulan Desember yang baru dirilis pada Selasa lalu. Risalah tersebut mengungkap adanya divergensi pandangan di kalangan pejabat The Fed. Beberapa di antaranya berpendapat bahwa suku bunga sebaiknya dibiarkan stabil untuk sementara waktu setelah tiga kali penurunan tahun ini. Namun, sebagian pembuat kebijakan lain mempertimbangkan potensi penurunan suku bunga lanjutan jika tren inflasi menunjukkan pelemahan konsisten dari waktu ke waktu. "Beberapa pembuat kebijakan menilai bahwa kemungkinan akan tepat untuk mempertahankan penurunan suku bunga lebih lanjut jika inflasi menurun dari waktu ke waktu," tulis Ibrahim, Jumat (2/1/2026), dalam analisisnya.

Gawat! Rupiah Loyo ke Rp16.725, Dolar AS Menggila!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Situasi geopolitik global juga turut menyumbang tekanan. Konflik Rusia-Ukraina terus memanas dengan saling tuding serangan terhadap warga sipil di awal tahun, meskipun ada pembicaraan intensif yang dipimpin oleh Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir empat tahun. Kyiv dilaporkan telah meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi Rusia dalam beberapa bulan terakhir, bertujuan memutus sumber pendanaan Moskow untuk kampanye militernya.

Tak hanya itu, pemerintahan Presiden Trump juga tak tinggal diam, meningkatkan tekanan terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Washington pada hari Rabu menjatuhkan sanksi kepada empat perusahaan dan kapal tanker minyak terkait yang menurut mereka beroperasi di sektor minyak Venezuela. Sementara itu, kawasan Timur Tengah juga diliputi ketegangan. Serangan udara Saudi di Yaman dan deklarasi "perang skala penuh" dari Iran terhadap Amerika Serikat (AS), Eropa, dan Israel telah meningkatkan kekhawatiran akan instabilitas yang lebih luas, dengan Trump memperingatkan akan adanya serangan lebih lanjut jika Iran melanjutkan pembangunan kembali program nuklirnya.

Di ranah domestik, sektor manufaktur Indonesia justru menunjukkan resiliensi. Pada Desember 2025, sektor ini kembali mencatat kinerja ekspansif, didorong oleh perbaikan permintaan baru. Kondisi ini menunjukkan bahwa aktivitas manufaktur tetap tumbuh, meskipun laju ekspansinya sedikit melambat. S&P Global mencatat Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur Indonesia sebesar 51,2 pada Desember, turun dari 53,3 pada November. Angka di atas 50 ini secara umum mengindikasikan adanya ekspansi atau pertumbuhan aktivitas manufaktur.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer