Ads - After Header

Gawat! Udara di Beberapa Wilayah Ini Tidak Sehat!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) segera bergerak memantau kualitas udara di sejumlah daerah pasca erupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu (6/9). Sebaran abu vulkanik yang meluas memicu kekhawatiran publik, namun hasil awal menunjukkan kualitas udara di Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat umumnya masih dalam kategori baik hingga sedang. Sayangnya, beberapa wilayah di Sumatera bagian selatan justru tercatat memiliki kualitas udara yang tidak sehat.

Plt Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH, Noer Adi Wardoyo, menjelaskan bahwa tim teknis telah diterjunkan ke lapangan untuk mengukur kualitas udara ambien. Pemantauan ini mencakup parameter krusial seperti partikulat PM2.5 dan PM10, serta konsentrasi gas sulfur dioksida (SO2). "KLH menurunkan tim teknis untuk memantau kualitas udara ambien (PM2.5, PM10), konsentrasi gas Sulfur Dioksida (SO2), serta kualitas air laut di pesisir Banten dan Lampung," ujar Noer Adi, seperti dikutip dari chapnews.id.

Gawat! Udara di Beberapa Wilayah Ini Tidak Sehat!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Berdasarkan data pemantauan per 6 September 2026, beberapa lokasi di Banten menunjukkan kategori sedang. Di antaranya, Serang Sumurpecung dengan nilai Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) 85, Tangerang Pasir Jaya 65, Tangerang Selatan Serpong 78, dan Cilegon Pulomerak 63. Sementara itu, di Jakarta, kawasan Gelora Bung Karno (GBK) tercatat memiliki nilai ISPU 64, dan Kabupaten Bogor Leuwiliang 83. Kabupaten Bekasi Sukamahi justru menunjukkan kondisi yang lebih baik dengan ISPU 39.

Namun, laporan berbeda datang dari beberapa daerah di Sumatera bagian selatan. Kualitas udara di sana tercatat lebih tinggi, dengan PM2.5 sebagai parameter kritis yang dominan. Wilayah yang masuk kategori tidak sehat meliputi Kabupaten Lahat (ISPU 112), Kabupaten Musi Rawas (165), Kota Prabumulih (139), Kabupaten Musi Banyuasin Serasan Jaya (128), Kabupaten Tebo (169), Jambi Paal Lima (166), dan Kabupaten Tanjabtim Muara Sabak (114).

Untuk kategori sedang di Sumatera, tercatat Muara Enim dengan ISPU 81, Bengkulu Singaran Pati 61, dan Bandar Lampung Talang 57. Sedangkan Lampung Selatan Way Urang menunjukkan kualitas udara baik dengan nilai ISPU 30.

Meski demikian, KLH menegaskan bahwa kajian mendalam masih terus dilakukan untuk memastikan hubungan langsung antara peningkatan partikulat di udara dengan erupsi Gunung Anak Krakatau. "Kami juga masih memperdalam hubungan langsung peningkatan partikulat dengan erupsi Gunung Anak Krakatau yang memerlukan kajian teknis lebih lanjut," tambah Noer Adi.

Dalam upaya mitigasi terpadu, KLH juga memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk BMKG, Badan Geologi atau PVMBG, BNPB, Kementerian Kesehatan, serta pemerintah daerah. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan selalu mengikuti informasi resmi dari pemerintah. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita gangguan pernapasan disarankan untuk lebih berhati-hati dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan jika memang diperlukan.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer