Chapnews – Nasional – Polres Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, sedang intensif memeriksa dua individu yang diamankan menyusul dugaan aktivitas pembakaran lahan. Keduanya dibawa untuk dimintai keterangan setelah terindikasi terlibat dalam insiden di kawasan Jalan Lingkar Utara atau Jalan Ir Soekarno, Kecamatan Baamang.
Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Zulkarnain, pada Sabtu (22/8) di Sampit, menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berjalan. Pihaknya fokus menggali bukti-bukti kuat untuk memastikan adanya unsur pidana dalam kasus ini. "Kasus karhutla masih berproses. Terkait yang baru diamankan di Kecamatan Baamang juga masih kami lakukan proses. Jika alat bukti sudah terpenuhi, kami akan segera sampaikan perkembangannya," ujar Resky, seperti dilansir chapnews.id.

Lebih lanjut, Resky menjelaskan bahwa status kedua warga tersebut masih sebatas orang yang diamankan untuk kepentingan pemeriksaan, belum ditetapkan sebagai tersangka. Penyidik kini berupaya keras menginvestigasi peran masing-masing serta mengumpulkan seluruh alat bukti yang relevan untuk memperkuat kasus.
Sebelumnya, Polres Kotim telah menindaklanjuti satu kasus serupa dengan menetapkan seorang tersangka, di tengah status tanggap darurat karhutla yang masih berlaku di wilayah tersebut. Resky menekankan komitmen kepolisian untuk memproses setiap dugaan tindak pidana pembakaran lahan secara profesional. "Setiap dugaan tindak pidana pembakaran lahan diproses berdasarkan alat bukti yang sah melalui metode investigasi ilmiah agar penetapan tersangka berlandaskan hukum yang kokoh," tambahnya.
Di sisi lain, Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas kondisi karhutla tahun ini. Ia menyebut penanganan kebakaran hutan dan lahan pada 2026 terasa jauh lebih berat dibandingkan tahun 2023. "Kami jarang menghadapi situasi seperti ini, 2023 kami tidak sampai begini. Tapi di 2026 ini memang sangat luar biasa," kata Multazam, menyoroti fenomena yang luar biasa parah.
Data BPBD Kotim hingga 20 Agustus 2026 mencatat angka yang mengkhawatirkan: 401 kejadian karhutla telah melanda, dengan total luas lahan terbakar mencapai lebih dari 1.394 hektare yang tersebar di berbagai kecamatan.


