Chapnews – Ekonomi – Presiden Prabowo Subianto baru saja meluncurkan Motor Listrik Nasional (Molinas) di Bekasi, Jawa Barat, menandai langkah awal Indonesia dalam memperkuat ekosistem kendaraan listrik. Tak berhenti di situ, Prabowo langsung menargetkan produksi mobil listrik nasional secara besar-besaran paling lambat pada tahun 2028, sebuah ambisi yang diharapkan dapat mengubah lanskap transportasi di Tanah Air.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengungkapkan bahwa ia telah menerima laporan positif terkait pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Menurutnya, progres pembangunan pabrik mobil listrik nasional berskala besar kini tengah berlangsung di Subang, Jawa Barat. "Kalau tidak salah, tidak jauh dari sini, perjalanan ke Purwakarta ya, Subang di KM 84. Ada kompleks besar dibangun mobil listrik Indonesia. Kita berharap paling lambat 2028 sudah produksi besar-besaran," tegas Prabowo, Kamis (13/8/2026).

Prabowo menekankan urgensi pengembangan kendaraan listrik di Indonesia, terutama karena efisiensi biaya yang ditawarkannya. Ia membandingkan penggunaan motor listrik dengan motor berbahan bakar fosil, yang disebutnya dapat menghemat pengeluaran minimal 50 persen, bahkan bisa mencapai 70 persen dalam jangka panjang. "Jadi nanti kalau masih ada yang pakai motor bensin, ya rasakan sendiri. Kita tadi hitung memakai motor listrik dibanding motor bensin, penghematan minimal 50 persen. Pengeluaran kalian sehari-hari bergerak itu minimal 50 persen, bahkan bisa sampai 70 persen di ujungnya," jelasnya, mendorong masyarakat untuk beralih ke energi yang lebih bersih dan hemat.
Untuk mewujudkan target tersebut, pemerintah siap meluncurkan berbagai kebijakan pendukung guna mendorong adopsi kendaraan listrik secara masif. Salah satu gebrakan yang direncanakan adalah penurunan bunga cicilan dan bahkan kemungkinan tanpa uang muka (DP) untuk pembelian kendaraan listrik. "Tadi kita bicarakan, Menkeu tidak akan suka, tapi you di ujungnya juga akan suka. Kita akan turunkan bunga cicilan untuk rakyat. Kita usahakan tidak pakai DP," ungkap Prabowo, menunjukkan komitmennya terhadap mobilitas listrik yang terjangkau bagi masyarakat luas.
Langkah strategis ini diharapkan dapat mempercepat transisi Indonesia menuju energi bersih dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, sekaligus memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat. Berita ini disajikan oleh chapnews.id.


