Chapnews – Ekonomi – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, membuat gebrakan dengan merombak hampir seluruh pejabat eselon I di kementeriannya. Langkah drastis ini, yang meliputi Direktur Jenderal, Sekretaris Jenderal, hingga Inspektorat Jenderal, dipicu dugaan kebocoran anggaran yang signifikan.
Dalam konferensi pers Jumat (4/7/2025), Dody menjelaskan perombakan ini sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh dan penyegaran di lingkungan Kementerian PU. Ia menegaskan langkah tersebut bertujuan untuk mendukung penuh visi Presiden Prabowo-Gibran. "Langkah ini semata-mata untuk meningkatkan efisiensi dan mendukung penuh Asta Cita Presiden Prabowo-Gibran," tegasnya.

Dody mengakui adanya masalah kebocoran anggaran yang selama ini menggerus efisiensi penggunaan uang negara. Untuk itu, selain perombakan pejabat, Kementerian PU juga akan melakukan pembenahan sistem dan kelembagaan. Lebih lanjut, ia juga berencana mengurangi belanja proyek infrastruktur ke depan, dengan menggandeng sektor swasta secara lebih intensif.
"Pembangunan yang mahal sangat tidak efektif bagi APBN kita. Ini sudah lama disorot, dan kita harus terus meningkatkan efisiensi serta menekan kebocoran," tambah Dody, menyinggung pemikiran ekonom senior Prof. Soemitro Djojohadikoesoemo tentang pentingnya efisiensi anggaran. Perombakan besar-besaran ini tentu menjadi sorotan tajam dan menimbulkan pertanyaan besar tentang kondisi keuangan Kementerian PU sebelumnya.


