Ads - After Header

Gusdurian Murka! Teror Air Keras Ancam Demokrasi

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Jaringan Gusdurian menyatakan kecaman keras terhadap tindakan teror penyiraman cairan kimia keras yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus. Insiden brutal ini, yang terjadi di Jakarta, dipandang sebagai upaya sistematis untuk membungkam suara-suara kritis dan ancaman serius terhadap kebebasan berpendapat serta demokrasi di Indonesia.

Direktur Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid, dalam keterangannya pada Kamis (17/3), menekankan bahwa serangan semacam ini adalah bentuk pembungkaman terhadap kritik dan kebebasan berpendapat. "Kami mengutuk keras serangan dan teror kepada Andrie Yunus. Teror terhadap masyarakat, terutama menggunakan cara-cara kekerasan, merupakan bentuk pembungkaman terhadap kritik dan kebebasan berpendapat," ujar Alissa.

Gusdurian Murka! Teror Air Keras Ancam Demokrasi
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Alissa Wahid secara khusus mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk menjamin kebebasan berpendapat dan melindungi setiap warga negara dari berbagai bentuk ancaman. Ia menuntut agar kasus ini diungkap tuntas sesuai prinsip keadilan. Menurutnya, pembiaran terhadap aksi-aksi kekerasan semacam ini, khususnya yang menyasar kebebasan berpendapat, akan semakin mempersempit ruang gerak demokrasi di Tanah Air.

"Tuntutan tegas juga dilayangkan kepada aparat penegak hukum agar mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya, menemukan aktor intelektual di baliknya, serta memastikan proses hukum berjalan transparan dan memenuhi rasa keadilan masyarakat," tambahnya. Alissa juga mengajak segenap elemen masyarakat untuk terus mengawal kasus ini, mengingat teror terhadap pejuang hak-hak warga adalah teror terhadap masyarakat secara keseluruhan.

Andrie Yunus sendiri menjadi korban penyerangan oleh orang tak dikenal yang menyiramkan cairan kimia keras pada Jumat (13/3) malam. Akibat insiden tersebut, Andrie menderita luka bakar serius hingga 24 persen pada bagian tangan dan kaki, serta mengalami gangguan pada penglihatan. Ia segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Menanggapi insiden ini, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Sigit menegaskan komitmen institusinya untuk menuntaskan kasus penyiraman air keras tersebut. Jenderal Sigit mengungkapkan bahwa dirinya telah mendapatkan perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional dan transparan.

"Terkait dengan perkembangan dari penyerangan aktivis, saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional, transparan," ujar Jenderal Sigit kepada wartawan usai meninjau arus mudik di Stasiun Besar Surabaya Gubeng, Jawa Timur, pada Minggu. Kapolri juga menambahkan bahwa pihaknya akan mengedepankan metode penyelidikan ilmiah dalam mengungkap kasus ini, dengan pengumpulan informasi yang terus dilakukan oleh tim di lapangan.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer