Chapnews – Ekonomi – Lonjakan harga minyak mentah global kembali menjadi sorotan, mendorong Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk bergerak cepat. Ia kini tengah merancang sejumlah skenario Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) demi mengantisipasi potensi dampaknya terhadap keuangan negara.
Dalam pernyataannya, Purbaya menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. "Pemerintah tetap berkomitmen mempertahankan alokasi subsidi energi dan tidak menaikkan harga BBM bersubsidi," ujarnya. Kendati demikian, kalkulasi mendalam terhadap berbagai skenario kenaikan harga minyak tetap dijalankan sebagai langkah mitigasi risiko fiskal yang cermat.

Penyusunan simulasi ini, lanjut Purbaya, merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Perintah tersebut disampaikan dalam rapat kabinet, bertujuan agar pemerintah memiliki kesiapan matang dan responsif dalam menghadapi dinamika harga minyak dunia yang fluktuatif.
Ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (24/7/2026), Purbaya menjelaskan bahwa Presiden Prabowo secara spesifik meminta timnya untuk menyusun berbagai simulasi harga minyak dengan skenario yang bervariasi. Tujuannya adalah untuk memahami secara komprehensif bagaimana setiap skenario tersebut akan memengaruhi postur anggaran negara, sehingga pemerintah dapat merencanakan langkah fiskal yang tepat.
Hasil perhitungan dari simulasi ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan fiskal lanjutan. Terutama jika tren penguatan harga minyak dunia terus berlanjut dan berpotensi memberikan tekanan pada APBN di masa mendatang. (Anggie Ariesta)


