Ads - After Header

Heboh! Rp58 Triliun Masuk ETF Bitcoin Saat Harga Turun

Ahmad Dewatara

Chapnews – Ekonomi – Arus dana investasi ke produk Exchange Traded Fund (ETF) Bitcoin spot di Amerika Serikat (AS) kembali mencetak rekor signifikan, menembus angka USD 3,8 miliar atau setara lebih dari Rp 58 triliun (dengan asumsi kurs Rp 15.500/USD) dalam tiga pekan perdagangan berturut-turut. Data dari SoSoValue menunjukkan, lonjakan ini terjadi pada periode 17 Agustus hingga 4 September, menegaskan minat institusional yang kuat terhadap aset kripto utama tersebut, bahkan di tengah gejolak pasar.

Total aset bersih yang dikelola oleh ETF Bitcoin spot kini telah mencapai kisaran USD 101,3 miliar. Konsistensi arus masuk ini menjadi indikator penting bahwa para investor institusi terus melihat potensi jangka panjang Bitcoin, terlepas dari fluktuasi harga jangka pendek yang sering terjadi.

Heboh! Rp58 Triliun Masuk ETF Bitcoin Saat Harga Turun
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Menariknya, momentum masifnya arus dana ini bertepatan dengan pergerakan harga Bitcoin yang sempat mengalami koreksi. Bitcoin tercatat turun dari level puncaknya di sekitar USD 81.200, meluncur ke bawah USD 79.000. Berdasarkan pantauan CoinGecko pada Selasa (8/9), harga Bitcoin bergerak dalam rentang sekitar USD 78.200 hingga USD 79.600. Kondisi ini menyoroti fenomena di mana koreksi harga tidak serta-merta menghentikan aliran modal ke produk investasi berbasis Bitcoin.

Aloysia Dian, Chief Marketing Officer Indodax, memberikan pandangannya mengenai fenomena ini. "Yang menarik bukan hanya besarnya arus masuk, tetapi konsistensinya ketika harga Bitcoin sedang mengalami tekanan. Ini menunjukkan bahwa pergerakan harga jangka pendek dan arus dana ke ETF tidak selalu bergerak searah, serta perlu melihat Bitcoin dalam horizon yang lebih panjang, alih-alih bereaksi terhadap pergerakan harian," jelasnya dalam keterangan resmi kepada chapnews.id di Jakarta, Senin (8/9).

Ke depan, pasar kripto, termasuk pergerakan ETF Bitcoin, akan terus mencermati sejumlah data ekonomi makro krusial. Data inflasi yang akan dirilis serta keputusan kebijakan moneter dari Federal Reserve (The Fed) AS menjadi faktor penentu utama yang dapat memengaruhi sentimen investor dan arah pasar secara keseluruhan. Kebijakan suku bunga The Fed, khususnya, memiliki dampak signifikan terhadap aset berisiko seperti Bitcoin, yang seringkali dianggap sebagai indikator selera risiko global.

Dengan demikian, meskipun volatilitas harga tetap menjadi ciri khas pasar kripto, arus dana yang stabil ke ETF Bitcoin spot mengindikasikan kepercayaan jangka panjang dari investor institusional, yang mungkin melihat koreksi sebagai peluang untuk mengakumulasi aset. Ini memperkuat narasi bahwa Bitcoin semakin diterima sebagai bagian integral dari portofolio investasi global.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer