Chapnews – Ekonomi – IHSG menutup perdagangan hari ini dengan penurunan tipis. Meski berakhir di angka 8.008,43, indeks acuan bursa saham Indonesia tersebut harus rela melepas 16,75 poin atau 0,21% dari posisinya sebelumnya. Pergerakan ini cukup mengejutkan, mengingat volume transaksi yang terbilang tinggi, mencapai Rp21,7 triliun dari 42,3 miliar saham yang diperdagangkan.
Data penutupan perdagangan Kamis (18/9/2025) menunjukkan pergerakan yang beragam. Sebanyak 287 saham berhasil menguat, sementara 421 saham lainnya melemah. Sisanya, 248 saham, stagnan tanpa perubahan signifikan. Performa indeks-indeks pendukung juga menunjukkan tren yang beragam. Indeks LQ45 misalnya, terpantau turun 0,73% ke level 809,30. Tren serupa juga terlihat pada indeks JII (-0,11% ke 541,79), IDX30 (-0,72% ke 420,75), dan MNC36 (-0,76% ke 325,63).

Sektoral pun menunjukkan kinerja yang bervariasi. Sektor energi menjadi satu-satunya yang mencatatkan penguatan signifikan (0,77%). Di sisi lain, sektor keuangan mengalami pelemahan cukup dalam (-0,84%), diikuti sektor properti (-0,66%) dan konsumer non-siklikal (-0,53%). Sektor teknologi mencuri perhatian dengan lonjakan 4,26%, sementara sektor lainnya bergerak relatif terbatas. Pergerakan ini menunjukkan dinamika pasar yang kompleks dan dipengaruhi berbagai faktor. Analisis lebih lanjut diperlukan untuk memahami penyebab di balik pergerakan IHSG hari ini.



