Chapnews – Ekonomi – Pasar modal Indonesia kembali diwarnai sentimen negatif pada penutupan perdagangan Selasa (11/8/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus rela ditutup di zona merah, merosot tajam 97,49 poin atau setara 1,53 persen, mengakhiri sesi di level 6.267.
Kelesuan pasar tercermin dari dominasi saham-saham yang melemah. Tercatat, sebanyak 567 saham mengalami koreksi harga, jauh melampaui 148 saham yang berhasil menguat. Sementara itu, 248 saham lainnya terpantau stagnan tanpa perubahan berarti. Aktivitas perdagangan sendiri cukup ramai, dengan total transaksi mencapai Rp14,4 triliun, melibatkan perputaran 33,9 miliar saham.

Tak hanya IHSG, indeks-indeks utama lainnya juga kompak tertekan. Indeks LQ45 ikut ambruk 1,53 persen ke level 625, diikuti Indeks Jakarta Islamic Index (JII) yang anjlok 1,60 persen ke 377. Indeks IDX30 dan MNC36 juga tak luput dari tekanan, masing-masing turun 1,23 persen ke 351 dan 1,37 persen ke 271. Gambaran suram pasar semakin jelas terlihat dari kinerja sektoral. Mayoritas sektor, mulai dari energi, konsumer siklikal, transportasi, industri, konsumer non siklikal, keuangan, infrastruktur, properti, hingga teknologi, kompak ditutup di zona merah. Satu-satunya penopang yang berhasil melawan arus adalah sektor kesehatan, yang mampu mencatatkan penguatan.
Di tengah dominasi koreksi, beberapa saham berhasil mencuri perhatian dengan lonjakan signifikan. Berdasarkan data yang dihimpun chapnews.id, tiga saham yang masuk kategori top gainers adalah PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI) yang melesat 35 persen ke level Rp108, disusul Syailendra Kapital dengan kenaikan 24,77 persen ke Rp1.335, dan PT Calculus Global Ventures Tbk (STAR) yang menguat 24,70 persen menjadi Rp414.


