Chapnews – Nasional – Pemerintah hingga kini belum memiliki rencana konkret untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah yang terdampak parah oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Fenomena iklim El Nino yang semakin mengganas telah menyebabkan meluasnya titik api di berbagai daerah, namun keputusan libur sekolah disebut masih akan sangat bergantung pada kondisi taktis di lapangan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa pihaknya belum menerima laporan atau data resmi mengenai sekolah-sekolah yang terpaksa diliburkan akibat kabut asap karhutla. Berbicara di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu (12/8), Prasetyo menegaskan bahwa diskresi diberikan kepada pihak berwenang di daerah untuk mengambil keputusan sesuai situasi riil. "Artinya taktis di lapangan dan kami berikan izin kepada teman-teman yang memang mengerti betul kondisi di lapangan itu," ujarnya.

Prasetyo menambahkan, pemerintah terus mengerahkan segala upaya untuk menanggulangi dampak karhutla yang meresahkan masyarakat. Koordinasi intensif telah dilakukan dengan berbagai lembaga terkait untuk memastikan penanganan berjalan efektif. Ia memastikan bahwa tidak boleh ada lagi hambatan birokrasi, baik administratif maupun logistik, dalam proses penanganan bencana ini. "Kami sudah koordinasi ke semua pihak, apa pun yang diperlukan, tidak boleh lagi ada kendala, baik secara administratif maupun secara logistik," tegasnya, menunjukkan komitmen pemerintah dalam mempercepat respons.
Selain upaya penanggulangan, Mensesneg juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan. Praktik pembukaan lahan dengan cara membakar, membuang puntung rokok sembarangan, atau menyalakan api tanpa pengawasan ketat, merupakan kebiasaan berbahaya yang sering menjadi pemicu karhutla. "Ini kan ada di beberapa tempat juga oleh karena kebiasaan dari kita untuk membuka lahan dengan cara membakar," pungkasnya, menyerukan kesadaran kolektif demi mencegah bencana serupa.

