Chapnews – Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup sesi perdagangan terbaru dengan performa yang membanggakan. Pada penutupan hari ini, indeks acuan bursa tersebut melesat 74,46 poin atau setara 1,14 persen, mengakhiri perdagangan di level 6.599.
Data perdagangan pada penutupan sesi terkini menunjukkan dominasi sentimen positif, di mana 420 saham berhasil membukukan kenaikan harga. Sementara itu, 234 saham harus terkoreksi, dan 310 saham lainnya terpantau tidak bergerak dari posisi sebelumnya. Aktivitas transaksi di lantai bursa juga cukup semarak, dengan nilai perdagangan yang mencapai Rp20 triliun, melibatkan perputaran sebanyak 50 miliar lembar saham.

Penguatan IHSG turut diikuti oleh indeks-indeks utama lainnya. Indeks LQ45 terapresiasi 1,64 persen ke 654, diikuti oleh IDX30 yang melonjak 1,67 persen ke 366. Indeks MNC36 juga mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 1,64 persen ke 285, sementara Indeks JII menguat tipis 0,48 persen ke level 397.
Secara sektoral, mayoritas sektor menunjukkan performa positif dan berada di zona hijau. Sektor-sektor yang memimpin penguatan antara lain energi, konsumer siklikal, industri, konsumer non-siklikal, transportasi, properti, teknologi, kesehatan, dan keuangan. Di sisi lain, hanya dua sektor yang harus menghadapi tekanan jual, yaitu infrastruktur dan bahan baku.
Di antara saham-saham yang paling bersinar, PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI) memimpin daftar top gainers dengan lonjakan fantastis 34,92 persen menjadi Rp85 per saham. Menyusul di belakangnya adalah PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES) yang melesat 34,33 persen ke Rp90, serta PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) yang melonjak 25 persen, ditutup pada harga Rp1.100 per saham.
Namun, tidak semua saham bernasib sama. Beberapa emiten harus merasakan tekanan jual yang signifikan. PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS) menjadi top losers dengan penurunan 13,94 persen ke Rp142. Disusul oleh DIRE Simas Plaza Indonesia yang terkoreksi 11,48 persen ke Rp432, dan PT Kedaung Indah Can Tbk (KICI) yang anjlok 10,14 persen, ditutup pada Rp266 per saham.
(Feby Novalius/ chapnews.id)

