Chapnews – Ekonomi – Pasar modal Indonesia menutup perdagangan awal pekan dengan sentimen negatif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (20/4/2026) sore, harus rela tergelincir 39,89 poin atau 0,52 persen, mengakhiri sesi di level 7.594. Padahal, bursa sempat menunjukkan tanda-tanda penguatan di awal pembukaan.
Penurunan ini menandai pergeseran signifikan dari optimisme pagi hari. Data perdagangan menunjukkan dominasi tekanan jual, dengan 446 saham mengalami pelemahan. Hanya 263 saham yang berhasil menguat, sementara 250 saham lainnya stagnan sepanjang hari.

Aktivitas transaksi tercatat cukup tinggi, mencapai Rp16,6 triliun dengan total 38,1 miliar saham berpindah tangan. Indeks-indeks utama lainnya juga turut terseret ke zona merah. Indeks LQ45 turun 0,40 persen ke 755, Indeks JII melemah 0,56 persen ke 527, Indeks IDX30 terkoreksi 0,49 persen ke 401, dan Indeks MNC36 turun tipis 0,01 persen ke 315.
Koreksi pasar kali ini terasa merata di seluruh sektor. Seluruh indeks sektoral terpantau berada di wilayah negatif, meliputi energi, konsumer siklikal, infrastruktur, properti, bahan baku, konsumer non siklikal, keuangan, transportasi, industri, teknologi, hingga kesehatan. Ini menunjukkan sentimen negatif yang menyeluruh di berbagai lini bisnis.
Di tengah gejolak pasar, beberapa saham berhasil mencatatkan kinerja cemerlang dan menjadi penyelamat bagi sebagian investor. Saham PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) memimpin daftar top gainers dengan kenaikan fantastis 34,97 persen ke level Rp220. Disusul oleh PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) yang melesat 34,88 persen ke Rp116, serta PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) yang juga melonjak 34,83 persen ke Rp120. Investor akan mencermati pergerakan pasar di sesi perdagangan selanjutnya setelah penutupan yang kurang menggembirakan ini.


