Chapnews – Nasional – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Republik Indonesia mengonfirmasi bahwa kapal induk atau aircraft carrier legendaris milik Angkatan Laut Italia, Giuseppe Garibaldi, berpotensi besar menjadi bagian dari kekuatan pertahanan maritim Indonesia melalui skema hibah. Proses administrasi dan kerja sama antar pemerintah antara Jakarta dan Roma saat ini masih terus berjalan intensif.
Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Pertahanan (Karo Humas Infohan) Setjen Kemenhan, menegaskan status akuisisi ini. "Informasi yang dapat kami konfirmasi, kapal tersebut merupakan bagian dari skema hibah dari Pemerintah Italia," ujar Rico kepada chapnews.id pada Jumat (13/2), mengklarifikasi status pengadaan alutsista strategis ini.

Meski berstatus hibah, Rico menambahkan, bukan berarti akuisisi ini tanpa biaya. Pemerintah Indonesia tetap harus mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan tertentu. Dukungan finansial tersebut, lanjutnya, akan difokuskan pada proses retrofit menyeluruh dan penyesuaian teknis agar Giuseppe Garibaldi dapat beroperasi secara optimal dan sesuai dengan standar serta kebutuhan operasional Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL).
Di sisi lain, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali sebelumnya telah mengungkapkan bahwa proses negosiasi terkait akuisisi Giuseppe Garibaldi masih terus bergulir. "Jadi, ini masih dalam proses negosiasi antara pihak TNI AL dengan Angkatan Laut Italia, serta dengan Fincantieri sebagai pabrikan pembuat kapal, dan juga melibatkan Kementerian Pertahanan," jelas Laksamana Ali.
Laksamana Ali menaruh harapan besar agar seluruh proses negosiasi dapat berjalan lancar, sehingga kapal induk bersejarah ini bisa tiba di perairan Indonesia sebelum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) TNI pada bulan Oktober mendatang. Kedatangan kapal ini diharapkan dapat menjadi kado istimewa bagi kekuatan maritim nasional.



