Oleh: Tangguh Yudha – Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:38 WIB
Chapnews – Ekonomi – JAKARTA – Tiga pilar utama ekosistem pasar modal Indonesia, yaitu Asosiasi Emiten Indonesia (AEI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bursa Efek Indonesia (BEI), kini bahu-membahu memperkuat sinergi. Tujuan utamanya adalah mengembalikan keyakinan investor yang sempat goyah terhadap pasar modal Tanah Air. Fokus utama diarahkan pada penguatan fundamental emiten, peningkatan tata kelola perusahaan yang baik, transparansi informasi, serta kualitas perusahaan secara menyeluruh.

Inisiatif strategis ini mengemuka dalam gelaran Musyawarah Anggota AEI tahun 2026. Acara tersebut mengusung tema krusial "Regaining Investor Trust: Navigating the Future of Indonesia Listed Companies", yang secara gamblang mencerminkan urgensi situasi saat ini dalam upaya memulihkan kepercayaan para pemodal.
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi, menegaskan bahwa tema yang diangkat oleh AEI sangat relevan dan sejalan dengan semangat peringatan 49 tahun pasar modal Indonesia. Menurut Hasan, momentum bersejarah ini harus dimanfaatkan secara optimal untuk mengakselerasi reformasi integritas di pasar modal.
"Bagaimana dalam momentum yang baik ini kita kembali mempercepat reformasi integritas untuk meningkatkan tingkat transparansi dan kredibilitas di pasar kita, dan tentu pada akhirnya regaining investor trust, mencapai kembali kepercayaan investor kita," ujar Hasan, seperti dikutip dari chapnews.id pada Selasa (11/8/2026).
Ia menekankan bahwa kepercayaan investor adalah fondasi vital untuk pengembangan dan pendalaman pasar modal Indonesia yang berkelanjutan. Dalam konteks ini, AEI memegang posisi strategis dari sisi suplai, berperan aktif dalam mendorong hadirnya perusahaan-perusahaan berkualitas tinggi yang layak dipercaya oleh para investor di pasar modal. Sinergi antara ketiga lembaga ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pasar modal yang lebih kuat, transparan, dan menarik bagi investasi.


