Chapnews – Nasional – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas pasca-kasus keracunan massal akibat konsumsi makanan bergizi gratis (MBG) di Bandung dan Tasikmalaya. Kepala BGN, Dadan Hindayana, dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (3/5), menyatakan akan memperketat prosedur distribusi MBG secara menyeluruh. Langkah ini diambil sebagai upaya korektif dan pencegahan agar kejadian serupa tak terulang.
Dadan merinci lima poin penting dalam pengetatan prosedur distribusi. Pertama, protokol keamanan selama proses pengantaran makanan dari dapur pusat ke sekolah akan diperketat. Kedua, waktu maksimum pengiriman makanan akan dibatasi untuk menjaga kualitas dan keamanan. Ketiga, mekanisme distribusi di sekolah, meliputi penyimpanan dan penyaluran kepada siswa, akan diawasi lebih ketat. Keempat, batas waktu konsumsi makanan setelah diterima akan ditetapkan secara tegas. Terakhir, uji organoleptik (pengecekan tampilan, aroma, rasa, dan tekstur) wajib dilakukan sebelum makanan dibagikan kepada siswa.

Sebelumnya, ratusan siswa di SMP Negeri 35 Bandung dan puluhan pelajar SD serta SMP di Tasikmalaya mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi MBG. Di Bandung, sebanyak 342 siswa terdampak, sementara di Tasikmalaya, Dinas Kesehatan setempat menangani 25 pelajar yang diduga mengalami keracunan.
Dadan meminta masyarakat untuk bersabar menunggu hasil investigasi resmi dari BGN. Ia memastikan informasi terbaru dan perkembangan kasus akan dipublikasikan melalui kanal komunikasi resmi BGN. "Kami memahami kekhawatiran masyarakat. Oleh karena itu, kami mengimbau agar tetap tenang dan menunggu hasil investigasi resmi. BGN berkomitmen untuk menyampaikan informasi secara transparan dan bertanggung jawab," tegas Dadan.



