Ads - After Header

Krisis Udara! Palembang Tercekik Asap Karhutla, Warga Terancam!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Palembang kembali diselimuti kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah titik di Sumatera Selatan. Pemandangan kota yang biasanya cerah kini berubah kelabu, mengancam kesehatan dan aktivitas sehari-hari warga.

Visual yang beredar luas, termasuk yang didokumentasikan oleh chapnews.id, menunjukkan betapa pekatnya asap hingga mengurangi jarak pandang secara signifikan. Langit di atas Jembatan Ampera, ikon kota Palembang, tampak memudar di balik selubung asap, menciptakan suasana mencekam bagi penduduk. Kondisi ini membuat lalu lintas darat dan udara berpotensi terganggu, serta menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan masyarakat.

Krisis Udara! Palembang Tercekik Asap Karhutla, Warga Terancam!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Fenomena ini bukan kali pertama terjadi di Palembang, terutama saat memasuki musim kemarau panjang. Kebakaran yang mayoritas terjadi di lahan gambut dan semak belukar di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI) dan Musi Banyuasin (Muba) menjadi penyumbang utama asap yang terbawa angin hingga ke ibu kota provinsi. Faktor cuaca kering dan praktik pembakaran lahan yang tidak terkendali seringkali menjadi pemicu utama.

Dampak langsung terasa pada kualitas udara. Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di beberapa lokasi dilaporkan mencapai level tidak sehat, bahkan berbahaya. Dinas Kesehatan setempat telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker, dan segera memeriksakan diri jika mengalami gangguan pernapasan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita asma menjadi prioritas utama untuk dilindungi.

Berbagai upaya penanggulangan terus dilakukan oleh tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, TNI, dan Polri. Operasi pemadaman darat dan udara melalui water bombing gencar dilaksanakan, namun tantangan berupa sulitnya medan, tiupan angin kencang, dan titik api yang berada di dalam gambut kerap menghambat proses pemadaman.

"Kami terus berupaya maksimal memadamkan titik api yang masih aktif. Prioritas kami adalah melindungi warga dari dampak asap ini," ujar Kepala BPBD Sumatera Selatan, kepada chapnews.id, seraya menambahkan bahwa kesadaran masyarakat untuk tidak membakar lahan sangat krusial dalam upaya pencegahan jangka panjang.

Seorang warga Palembang, Ibu Rina (45), mengungkapkan kekhawatirannya. "Setiap pagi, mata perih dan tenggorokan gatal. Anak-anak jadi sering batuk. Kami berharap asap ini cepat hilang dan pemerintah bisa menemukan solusi jangka panjang agar kejadian ini tidak terulang setiap tahun," keluhnya.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi terbaru dari pihak berwenang. Harapan besar kini tertumpu pada datangnya hujan lebat yang diharapkan mampu meredakan Karhutla dan membersihkan kembali udara Palembang dari kepungan asap.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer