Chapnews – Nasional – Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengumumkan kabar gembira terkait kuota haji Indonesia untuk tahun 2026. Pemerintah Arab Saudi telah mengestimasi kuota sebanyak 221.000 jemaah. Informasi ini disampaikan langsung oleh Kementerian Haji Arab Saudi saat berkunjung ke Indonesia.
Jumlah kuota ini sama dengan tahun sebelumnya. Meski belum ada kepastian penambahan kuota, Dahnil menyatakan bahwa pemerintah akan terus memantau perkembangan. Dari total kuota, 8% dialokasikan untuk jemaah haji khusus.

Pemerintah berkomitmen untuk menyelenggarakan ibadah haji secara bersih dan transparan. Kementerian Haji akan menggandeng Kejaksaan Agung untuk melakukan pengawasan melekat, mulai dari proses pengadaan hingga akhir. Selain itu, calon pejabat Kementerian Haji akan melalui proses tracking dan screening dengan bantuan Kejaksaan dan KPK.
Pembahasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) akan dilakukan bersama Komisi VIII DPR. Perubahan skema kuota haji akan disesuaikan dengan undang-undang, yang berpotensi mempengaruhi kuota tiap provinsi.
Dahnil juga mengungkapkan penunjukan dua syarikah yang akan melayani jemaah haji Indonesia, yaitu Rakeen Mashariq Al Mutamayizah Company For Pilgrim Service dan Albait Guest. Pemilihan dilakukan melalui seleksi ketat dari 150 pendaftar. Kementerian Haji juga berhasil menekan biaya syarikah per jemaah, sebagai upaya menekan BPIH.



