Ads - After Header

Lab Narkoba China Terbongkar di PIK 2

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat berhasil membongkar sebuah laboratorium gelap atau clandestine lab yang memproduksi narkotika jenis etomidate. Operasi penggerebekan ini dilakukan di sebuah rumah mewah yang berlokasi di kawasan Cluster Hawai Cove 6, Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang, Banten.

Dalam pengungkapan besar ini, polisi berhasil mengamankan seorang pria berkebangsaan China berinisial CF (27). Tersangka diduga kuat menjadi pengelola sekaligus operator utama dalam aktivitas produksi ilegal tersebut. Berdasarkan hasil investigasi awal, CF menjalankan peran tersebut di bawah instruksi seorang pria berinisial AC, yang saat ini telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Lab Narkoba China Terbongkar di PIK 2
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Nasriadi, mengonfirmasi bahwa penemuan laboratorium tersembunyi ini merupakan hasil kerja keras tim di lapangan. Sementara itu, Kasatres Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Vernal A Sambo, menjelaskan bahwa operasi ini bermula dari laporan masyarakat mengenai adanya aktivitas mencurigakan terkait penyalahgunaan narkotika di wilayah Slipi, Palmerah, Jakarta Barat.

Setelah melakukan observasi dan penyelidikan mendalam, petugas mengidentifikasi target yang berada di kawasan PIK 2. Pada Senin malam (21/9), tim bergerak melakukan penangkapan terhadap CF di Cluster Hawai Cove 8. Saat ditangkap, CF sedang bersama dua rekan lainnya yang juga warga negara China, yakni ZD dan YX, namun keduanya tidak ditemukan keterkaitan langsung dengan barang bukti produksi.

Setelah melakukan pemeriksaan awal, CF mengakui adanya lokasi lain yang menyimpan barang bukti. Polisi kemudian menggeledah sebuah rumah di Cluster Hawai Cove 6 yang ternyata berfungsi sebagai pabrik produksi. Di lokasi inilah, petugas menemukan berbagai peralatan dan bahan kimia yang digunakan untuk meracik etomidate ke dalam bentuk pod cartridge.

Barang bukti yang disita sangat fantastis. Polisi menemukan 13 bungkus bubuk bahan baku etomidate seberat 1.300 gram, serta 22 botol cairan etomidate dengan total volume mencapai 11.000 mililiter. Selain itu, ditemukan pula ribuan cartridge kosong dan ratusan pod yang sudah terisi cairan narkotika siap edar. Penyidik memperkirakan, dengan bahan baku yang ada, tersangka mampu memproduksi hingga 20.514 unit pod etomidate.

Modus operandi tersangka terungkap melalui media sosial. CF, yang berasal dari Fujian, China, mengaku mengenal AC melalui platform TikTok. AC kemudian menjanjikan pekerjaan dengan upah besar di Indonesia melalui aplikasi Telegram. CF datang ke Indonesia pada akhir Agustus lalu dan diarahkan untuk mempelajari proses pembuatan pod secara jarak jauh.

Tersangka mengaku telah menjalankan aktivitas ilegal ini selama kurang lebih dua bulan dengan imbalan sekitar 5.000 RMB atau setara Rp13,3 juta. Kini, polisi terus melakukan pengejaran terhadap AC dan mendalami jaringan distribusi narkotika ini guna memutus rantai peredarannya di Indonesia. Atas perbuatannya, CF terancam jeratan hukum berat terkait produksi narkotika golongan II.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer