Ads - After Header

Listrik Masuk Desa Dorong Ekonomi Nasional

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Pemerintah Indonesia mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pemerataan akses energi di seluruh pelosok negeri. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan bahwa rasio elektrifikasi nasional kini telah menyentuh angka yang sangat tinggi, yakni mencapai 99,8 persen. Capaian ini menandakan bahwa hampir seluruh wilayah di Indonesia, termasuk daerah-daerah terpencil, sudah dapat menikmati aliran listrik.

Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari upaya berkelanjutan dalam memperluas jangkauan infrastruktur ketenagalistrikan. Fokus utama pemerintah saat ini bukan lagi sekadar membangun pembangkit, melainkan memastikan kabel-kabel listrik dapat menjangkau hingga ke unit pemukiman terkecil, seperti dusun dan desa-desa yang selama ini sulit diakses.

Listrik Masuk Desa Dorong Ekonomi Nasional
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Dalam sektor ketenagalistrikan, kami sampaikan bahwa rasio elektrifikasi nasional sudah mencapai angka 99,8 persen. Namun, tugas kita belum selesai. Kita harus terus memperluas jaringan listrik agar benar-benar masuk ke desa-desa dan menyentuh setiap dusun," ujar Yuliot saat memberikan keterangan di Jakarta.

Menurut Yuliot, kehadiran listrik di wilayah perdesaan bukan hanya soal penerangan di malam hari, melainkan instrumen vital untuk memicu pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan adanya aliran listrik yang stabil, masyarakat di desa dapat menjalankan berbagai kegiatan produktif yang sebelumnya mustahil dilakukan. Hal ini mencakup penggunaan mesin-mesin pengolah hasil tani, industri rumah tangga, hingga digitalisasi ekonomi desa.

Pemerataan akses energi ini diharapkan mampu membuka potensi ekonomi yang selama ini terpendam akibat keterbatasan infrastruktur. Jika desa-desa sudah memiliki kemandirian energi, maka kesenjangan ekonomi antara wilayah perkotaan dan perdesaan dapat ditekan secara signifikan.

Lebih lanjut, Yuliot menekankan bahwa penyediaan listrik adalah bagian dari pemenuhan hak dasar warga negara. Negara memiliki kewajiban moral dan konstitusional untuk memastikan bahwa setiap individu, tanpa memandang lokasi geografisnya, memiliki akses yang sama terhadap energi.

"Pemerataan ini bukan hanya soal membangun infrastruktur fisik semata, melainkan tentang pemenuhan hak masyarakat atas energi. Kita ingin setiap potensi ekonomi di desa dan dusun bisa meningkat. Kita juga ingin memastikan tidak ada masyarakat yang merasa tertinggal dalam hal kemandirian energi," tambahnya.

Dengan capaian rasio elektrifikasi yang hampir sempurna ini, pemerintah berharap stabilitas ekonomi nasional dapat terus terjaga melalui penguatan ekonomi berbasis kerakyatan di tingkat akar rumput. Transformasi energi ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi Indonesia dalam menghadapi tantangan ekonomi global di masa depan.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer