Chapnews – Nasional – Ratusan siswa Sekolah Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, berhasil memukau Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dengan penampilan paper mob yang spektakuler. Sambutan meriah ini tersaji pada Jumat, 7 Agustus 2026, menandai kunjungan penting Gus Ipul yang didampingi oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, beserta jajaran pejabat lainnya.
Sebanyak 190 siswa dari berbagai jenjang, mulai dari SD, SMP, hingga SMA, secara serentak mengangkat lembaran kertas berwarna merah dan kuning. Kertas-kertas tersebut disusun membentuk pola dan tulisan yang secara khusus didedikasikan untuk menyambut kedatangan Gus Ipul. Di balik kekompakan yang luar biasa ini, ada peran sentral Muhammad Yunus, seorang siswa kelas XI SRMA berusia 17 tahun, yang dipercaya sebagai pemandu utama aksi paper mob tersebut.

Meskipun hanya memiliki waktu persiapan yang singkat, yakni dua hari, Yunus menyatakan rasa bangga yang mendalam atas kesempatan ini. "Bangga, senang juga ketemu Pak Menteri Sosial dan bisa tampilin penampilan terbaik juga. Saya ke depannya mau lebih baik lagi, mandu teman-teman biar lebih kompak lagi," ujar Yunus, seperti dikutip dari chapnews.id. Ia menambahkan bahwa keberaniannya memimpin ratusan teman merupakan bagian dari perkembangan dirinya selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.
Yunus merasa mendapatkan dukungan penuh dari para guru, wali asuh, dan seluruh lingkungan sekolah. "Di-treat baik banget sama guru, wali asuh dan semua. Enggak ada yang kurang, senang terus, enggak ada minusnya," katanya. Kini, Yunus menyimpan cita-cita mulia untuk menjadi seorang tentara, dengan motivasi kuat untuk "berbakti juga sama negara."
Tak hanya paper mob, para siswa Sekolah Rakyat juga menampilkan beragam bakat dan kemampuan lainnya. Mereka memamerkan kebolehan dalam baris variasi, karate, silat, serta pidato dalam empat bahasa internasional: Inggris, Arab, Jepang, dan Mandarin. Pertunjukan seni budaya juga tak ketinggalan, dengan Tari A’Bulo dan Tari Empat Etnis yang memukau, diakhiri dengan penampilan paduan suara yang harmonis.
Gus Ipul memberikan apresiasi tinggi terhadap seluruh penampilan siswa. Menurutnya, perkembangan anak-anak tidak hanya diukur dari kemampuan akademik atau fisik semata, melainkan juga dari tumbuhnya keberanian dan kepercayaan diri setelah mendapatkan pendidikan serta pendampingan yang komprehensif di Sekolah Rakyat. "Alhamdulillah setelah satu tahun beroperasi kita lihat lebih percaya diri, pertumbuhan juga cukup bagus dari sisi fisik, dari sisi mental," kata Gus Ipul.
Ia menjelaskan bahwa setiap anak yang bergabung dengan Sekolah Rakyat membawa latar belakang dan kemampuan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, sistem pendidikan di Sekolah Rakyat dirancang untuk menemukan dan mengembangkan potensi unik setiap anak. "Di Sekolah Rakyat semuanya didampingi. Tidak ada tes akademik, yang ada adalah siapa yang memenuhi kriteria. Ada yang lancar Bahasa Inggris, ada yang pintar matematika, tapi ada juga yang belum bisa membaca. Semua dilayani sesuai dengan minat dan bakatnya," terang Gus Ipul.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, juga turut menyaksikan perubahan signifikan pada para siswa. Ia mengenang bagaimana pada awal kedatangan, sebagian siswa masih terlihat canggung, menangis, bahkan belum terbiasa dengan lingkungan sekolah. Namun kini, mereka telah berani tampil di muka umum dan mulai memiliki gambaran jelas tentang masa depan yang ingin mereka raih.
"Anak-anak kita di sini luar biasa. Dari anak-anak yang sebelumnya bukan siapa-siapa, sekarang menjadi seseorang yang memiliki cita-cita ke depan," ujar Andi Sudirman. Ia menekankan bahwa Sekolah Rakyat membuka ruang bagi anak-anak untuk mengenali dan mengoptimalkan kemampuan yang sebelumnya mungkin belum sempat berkembang. "Sekolah Rakyat adalah sekolah yang tidak memiliki sekat, tapi sekolah yang berpengetahuan luas," pungkasnya.
Saat ini, Sekolah Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan menaungi 414 siswa, yang terdiri dari 24 siswa SRD, 125 siswa SRMP, 120 siswa kelas X SRMA, dan 145 siswa kelas XI SRMA.

