Chapnews – Ekonomi – Pemerintah tengah berupaya mengoptimalkan proyek hunian yang dikembangkan oleh PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) di Meikarta sebagai lokasi potensial untuk rumah subsidi. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap minimnya penyerapan rumah subsidi sepanjang tahun 2025 yang hanya mencatatkan tiga unit saja.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, terjun langsung meninjau dua lokasi pembangunan rumah susun subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kedua lokasi tersebut terletak di Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan, dan Desa Jayamukti, Kecamatan Cikarang Pusat, masing-masing memiliki luas lahan sekitar 10 hektare.

Maruarar menilai kedua lokasi tersebut sangat strategis karena memiliki akses transportasi yang baik dan berdekatan dengan kawasan industri. "Dari sini ke kawasan industri kira-kira 2,5 kilometer, sementara titik pertama sekitar 2 kilometer. Jadi menurut saya lokasinya bagus," ungkapnya dalam keterangan resmi.
Rencananya, di atas lahan seluas 10 hektare tersebut akan dibangun sekitar 18 tower rumah susun yang dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti sekolah, klinik, taman bermain, dan fasilitas olahraga. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
"Saya ingin rusun subsidi ini menjadi contoh yang baik bagaimana masyarakat berpenghasilan rendah bisa mendapatkan fasilitas yang layak. Kita berusaha mencari terobosan-terobosan," tegas Menteri Maruarar.
Menteri PKP juga menekankan bahwa seluruh proses pembangunan akan dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku dan dengan prinsip kehati-hatian. Salah satunya adalah memastikan bahwa lahan yang digunakan bukan merupakan lahan sawah. "Kalau sawah tentu tidak boleh digunakan. Itu sudah pasti," pungkasnya. chapnews.id


