Chapnews.id – Kepemimpinan baru Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mulai menunjukkan arah kebijakan strategisnya melalui perombakan struktur organisasi di tubuh Kepolisian Republik Indonesia. Salah satu langkah signifikan yang diambil adalah penunjukan Irjen Roberto GM Pasaribu sebagai Kepala Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (Kadiv TIK) Polri yang baru.
Keputusan penting ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 yang diterbitkan pada tanggal 2 Oktober 2026. Dalam mutasi besar-besaran tersebut, tercatat sebanyak 88 personel Polri mengalami pergeseran jabatan. Penunjukan Roberto ini bertujuan untuk mengisi kekosongan posisi yang sebelumnya dijabat oleh Irjen Slamet Uliandi, yang kini akan mengemban tugas baru di luar struktur utama Polri.

Irjen Roberto GM Pasaribu bukanlah nama baru dalam jajaran perwira tinggi kepolisian. Pria kelahiran Mei 1979 ini merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2000 yang memiliki rekam jejak mumpuni, terutama dalam bidang reserse dan penanganan kejahatan siber. Pengalamannya yang luas di bidang investigasi digital dianggap menjadi modal utama untuk memimpin divisi yang sangat krusial di era digitalisasi saat ini.
Menilik perjalanan kariernya, Roberto telah melewati berbagai posisi strategis yang menguji ketajamannya. Pada tahun 2019, ia sempat dipercaya menjabat sebagai Kasubdit IV Cyber Crime di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Keberhasilan di posisi tersebut membuatnya naik jabatan menjadi Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.
Langkah kariernya terus menanjak saat ia ditunjuk sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Yogyakarta pada tahun 2021. Tak berselang lama, pada tahun 2023, ia mendapatkan amanah sebagai Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, sebuah posisi yang menuntut kesiapsiagaan tinggi mengingat status bandara tersebut sebagai gerbang internasional. Puncaknya, pada tahun 2024, ia dipercaya menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Siber Polda Metro Jaya, sebuah posisi yang sangat relevan dengan jabatan barunya sebagai Kadiv TIK.
Sebelum menduduki jabatan Kadiv TIK, Roberto sempat meraih kenaikan pangkat menjadi Brigjen pada tahun 2026 saat bertugas di Bareskrim Polri, serta sempat mendapatkan penugasan di Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
Terkait perombakan ini, Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menjelaskan bahwa mutasi jabatan merupakan hal yang lumrah dalam sebuah organisasi besar. Menurutnya, rotasi ini dilakukan untuk menjaga ritme kerja dan memastikan kesinambungan tugas kepolisian tetap berjalan optimal.
"Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Hal ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian," ujar Johnny melalui keterangan tertulisnya yang dikutip dari chapnews.id.
Dengan hadirnya sosok ahli siber seperti Roberto di kursi Kadiv TIK, Polri diharapkan mampu memperkuat infrastruktur teknologi informasi dan meningkatkan respons terhadap tantangan kejahatan berbasis digital yang kian kompleks.

