Ads - After Header

Tragedi Kabut Asap Palembang Memakan Korban

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Duka mendalam menyelimuti keluarga Ardiansyah (41), seorang pengemudi ojek online (ojol) di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Pria yang sehari-harinya berjuang mencari nafkah di jalanan ini mengembuskan napas terakhirnya setelah mengalami sesak napas hebat. Kejadian tragis ini diduga kuat merupakan dampak langsung dari paparan kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah melanda wilayah tersebut selama hampir dua bulan terakhir.

Ardiansyah, yang merupakan warga Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati, diketahui memiliki riwayat penyakit asma. Istrinya, Rita Yunita, mengungkapkan bahwa kondisi kesehatan suaminya kian menurun sejak kabut asap mulai menyelimuti kota. Sebagai pekerja lapangan yang menghabiskan waktu sekitar sembilan jam sehari di atas sepeda motor, Ardiansyah menjadi salah satu kelompok yang paling rentan terpapar polusi udara ekstrem tersebut.

Tragedi Kabut Asap Palembang Memakan Korban
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Setiap kali pulang bekerja, dia sering sekali batuk dan sesak napas. Aktivitas di luar rumah memang sangat berat karena kondisi udara yang tidak sehat," ujar Rita dengan nada penuh kesedihan.

Detik-detik sebelum meninggal dunia pun terasa sangat mencekam. Pada pagi hari sebelum kejadian, Ardiansyah sempat mengeluhkan sesak napas yang sangat parah saat baru saja keluar dari kamar mandi. Karena kondisi rumah yang tidak memiliki plafon di area tertentu, asap pekat dari luar langsung merangsek masuk ke dalam ruangan. Dalam kondisi kritis, almarhum sempat berucap mengenai betapa pekatnya kabut asap yang menyelimuti lingkungan mereka.

Meski pihak keluarga telah berupaya cepat membawa Ardiansyah ke IGD RS Bari untuk mendapatkan pertolongan medis dan tindakan resusitasi, nyawa pria tersebut tidak dapat diselamatkan. Kepergian Ardiansyah meninggalkan luka mendalam bagi istri dan anak-anaknya yang kini kehilangan tulang punggung keluarga.

Rita berharap kejadian ini menjadi alarm keras bagi pemerintah agar segera mengambil langkah nyata dalam menangani karhutla. Ia menegaskan bahwa dampak asap bukan lagi sekadar masalah gangguan penglihatan atau kenyamanan aktivitas, melainkan sudah menyentuh nyawa manusia. "Jangan sampai ada korban lain. Cukup keluarga kami yang merasakannya," tegasnya.

Di sisi lain, dampak kabut asap ini juga telah melumpuhkan sektor transportasi udara. General Manager Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Palembang, Ahmad Syaugi Sahab, mengonfirmasi bahwa setidaknya ada delapan jadwal penerbangan yang mengalami gangguan akibat jarak pandang (visibility) yang berada di bawah standar minimum keselamatan.

Beberapa penerbangan mengalami penundaan, bahkan satu pesawat rute Jakarta-Palembang terpaksa melakukan return to base atau kembali ke bandara asal karena kondisi cuaca yang sangat buruk. Pihak bandara kini terus berkoordinasi dengan maskapai untuk memantau perkembangan cuaca demi menjamin keselamatan penumpang. Melansir dari laporan chapnews.id, masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan memantau informasi terkini terkait kondisi udara dan jadwal penerbangan.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer